Connect with us

Headline

Syahar Pukul Meja: Tak Ada Saya Takuti!

Usai Bersitegang, Arfandi Minta Maaf

-

MAKASSAR, BKM — Rabu (23/6) siang di lantai sembilan Gedung Tower DPRD Sulawesi Selatan. Tengah berlangsung rapat paripurna internal persetujuan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Bantuan Hukum dan Tata Tertib Anggota Dewan.

Sendirian Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif memimpin jalannya rapat. Kurang lebih 20-an anggota dewan hadir.
Di depan peserta rapat, Sahar menyampaikan agenda rapat. Selain itu, nantinya akan dilanjutkan launching E-Aspirasi dengan menampilkan videonya. Mereka yang hadir menyatakan persetunjuannya.
Ketika video tersebut hendak diputar, anggota dewan dari Fraksi Golkar Arfandi Idris langsung menyela. Ia meminta agar Syahruddin terlebih dahulu menutup paripurna, lalu kemudian melaunching E-Aspirasi. Alasannya, launching tidak masuk dalam agenda paripurna.
“Pimpinan sidang, sebaiknya paripurna ditutup terlebih dahulu karena launching a-aspirasi ini tidak masuk dalam undangan paripurna. Kami juga mau tahu agenda apa ini (E-Aspirasi)? Pak Sekwan, mana surat terkait agenda ini?” pinta Arfandi sambil menunjuk monitor E-Aspirasi.
Namun Syaharuddin Alrif bergeming. Sebab sejak awal dirinya meminta agar rapat paripurna ini juga sekaligus ingin memperlihatkan video launcing E-Aspirasi.
Syaharuddin Alrif sendiri menyatakan telah menyampaikan sejak awal terkait launching dimaksud. “Kan sejak awal saya sudah sampaikan dan tidak ada yang memprotes. Jadi saya anggap ini (launching E-Aspirasi) sudah menjadi bagian dalam paripurna,” tandas Syahar.
Tapi hal itu tetap mendapat penolakan dari Arfandi. Pernyataan Arfandi yang terkesan curiga atas launching E-Aspirasi membuat Syahar tersinggung.
Tak hanya Arfandi, legislator Partai Demokrat Sulsel Selle KS Dalle juga berharap agar video launching dapat ditonton setelah rapat paripurna, karena penayangan video tak ada dalam agenda undangan rapat paripurna.
“Interupsi pimpinan. Sebaiknya paripurna ditutup terlebih dahulu. Ini juga terkait Tata Tertib Dewan. Dalam surat juga hanya dua agenda,” ucap Selle KS Dalle yang juga ketua Komisi A DPRD Sulsel.
Merasa tersinggung dengan pernyataan Arfandi, Syahar lalu turun dari kursi pimpinan. Dia pun menuju ke meja di depan tempat duduk Arfandi. Sambil memukul meja, ia berseru: ”Tidak ada yang saya takuti di sini.”
Arfandi pun lalu berdiri sambil bertanya alasan Syahar marah. Ia mencoba menetralisir keadaan dan bermaksud hendak memeluk Syahar. Namun, sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel itu menepisnya.
Ketika suasana semakin tegang, legislator PKB Andi Fauzi Wawo dan anggota dewan dari Demokrat Andi Januar Jaury Dharwis mencoba melerai. Bahkan, Andi Fauzi sempat menarik tangan Syahar agar menjauh dari Arfandi. Hingga akhirnya situasi berhasil dikendalikan.
Usai gaduh, Syahar lalu kembali ke ruang kerjanya di lantai II Gedung DPRD Sulsel. Ia didampingi sejumlah orang dekatnya. Tak lama berselang, Syahar menggelar pertemuan dengan sejumlah anggota Fraksi Nasdem.
Saat naik ke tangga lantai II, Syahar sempat bertemu dengan anggota Fraksi Golkar Taqwa Muller. Dia pun menyampaikan kekesalannya kepada Taqwa Muller terkait kejadian dalam ruang rapat paripurna.

Arfandi Minta Maaf

Politisi Partai Golkar Sulsel Arfandi Idris memperlihatkan sikap dewasa dalam menyikapi kejadian di ruang rapat paripurna. ”Saya menyampaikan permohonan maaf kepada Pak Wakil Ketua apabila ada pernyataan atau sikap saya yang tidak berkenan dalam rapat paripurna dewan,” ujar Arfandi Idris kepada BKM melalui sambungan gawai, Rabu petang.
Menurut Arfandi, dirinya secara terbuka meminta maaf jika apa yang dilontarkan di dalam rapat paripurna menciderai perasaan pimpinan dewan. Ia menyebut bahwa kejadian tersebut hanya bagian dari dinamika di dewan. “Biasa saja di forum seperti itu,” katanya.
Anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulsel Azhar Arsyad pun menilai ketegangan tersebut merupakan sebuah dinamika rapat. “Dinamika rapat itu, Dinda. Kecuali kalau ada pihak yang mengadukan ke BK,” ujar ketua Fraksi PKB ini singkat.
Sebelum rapat paripurna, Syahar memberikan keterangan pada sejumlah media terkait rencana peluncuran aplikasi E-Aspirasi guna memudahkan masyarakat di Sulsel saat ingin menyampaikan aspirasinya.
“Kami DPRD Sulsel akan meluncurkan program aplikasi yang bernama E-Aspirasi. Di era digitalisasi ini kami punya terobosan baru bagaimana masyarakat yang mau menyampaikan aspirasinya di DPRD Sulsel, baik itu perorangan maupun kelompok bisa lewat aplikasi itu,” jelas Syahar.
Setelah aspirasi dari masyarakat diterima melalui aplikasi itu, lanjut Syahar, admin aplikasi segera mengkoordinasikan dengan komisi terkait. “Setelah kami menerima aspirasi itu, admin mengatur dan mengkoordinasikan ke komisi-komisi terkait. Nanti komisi yang akan memanggil dinas terkait untuk menanggapi aspirasi itu,” ucapnya. (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com

Populer Minggu ini