Connect with us

Metro

Ramah Lingkungan, Mahasiswa UNM Buat Masker dari Eceng Gondok

-

Alifiah Alfaniah Alfattah Putri bersama tim yang berhasil menemukan inovasi masker bio-degradable dengan mikrofilter dari selulosa eceng gondok.

MAKASSAR, BKM — Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menghasilkan sebuah inovasi di tengah pandemi covid-19. Bahkan lolos sebagai penerima hibah dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karsa Cipta (KC) tahun 2021 yang diselenggarakan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Inovasi tersebut berupa masker bio-degradable dengan mikrofilter dari selulosa eceng gondok (eichhornia crassipes).

Terdapat empat orang mahasiswa dan satu dosen pembimbing yang telah merancang dan menyusun di setiap kegiatannya. Alifiah Alfaniah Alfattah Putri selaku ketua tim, dengan anggota masing-masing Mutia Salsabila Syaifuddin, Dina Amelia Ahmad serta Ririn Febriani Val.

Alifiah, Mutia, dan Dina berasal dari prodi Pendidikan Kimia ICP angkatan 2018, dan Ririn berasal dari prodi Pendidikan Biologi ICP angkatan 2019. Sementara dosen pembimbingnya adalah Dr. Eng. Sulfikar,SSi,MT yang merupakan dosen jurusan Kimia FMIPA UNM.

Tercetusnya ide pembuatan masker lahir dari fenomena masifnya pemakaian alat pelindung diri (APD) ini sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran virus covid-19. Fenomena ini kemudian meningkatkan kuantitas masker yang dapat menjadi ancaman baru bagi lingkungan. Sebab, masker yang digunakan masyarakat umumnya mengandung bahan polimer yang tidak mudah terurai di alam.

Untuk menjawab permasalahan ini, Alifiah dan timnya berinisiatif untuk membuat produk masker, yang selain efektif untuk meminimalisir penyebaran covid-19, produk masker ini dapat menjadi alternatif dalam penerapan protokol kesehatan agar tidak lagi menjadi ancaman yang serius terhadap lingkungan.

Dr. Eng. Sulfikar,SSi,MT selaku dosen pembimbing sangat mengapresiasi karena inovasi ini berhasil lolos sebagai penerima hibah PKM tahun 2021. ”Kita berharap agar produk yang dihasilkan (masker) dapat dikomersialkan dan dipatenkan,” imbuhnya.

Alifiah selaku ketua tim sangat bersyukur karena bisa lolos sebagai penerima hibah PKM tahun 2021. ”Selama proses pembuatan produk belum terdapat kendala yang dialami. Semoga ke depannya juga tidak terdapat kendala. Mudah-mudahan PKM yang kami lakukan bisa memberikan manfaat ke lingkungan secepat mungkin,” ujarnya. (rls)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini