Connect with us

Metro

Warga Kampung Muallaf Rasakan Kurban Pertama Kali dalam 20 Tahun

GQ-ACT Sembelih Satu Ekor Sapi di Opang, Pinrang

-

MAKASSAR, BKM — Siapa yang menyangka bila di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan terdapat perkampungan yang dihuni oleh sekolompok masyarakat dengan latar belakang keagamaan berstatus muallaf (masuk Islam). Kampung tersebut bernama Opang. Berada di Dusun Batusura, Desa Lembang Mesakada, Kecamatan Lembang.

Kondisi geografis kampung Opang berada 1.350 meter di atas permukaan laut, dengan kondisi jalan bebatuan dan tanah yang licin. Untuk sampai di sana, tim Global Qurban Aksi Cepat Tanggap (GQ-ACT) harus menempuh perjalanan kurang lebih empat jam dari pusat kota Kabupaten Pinrang dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Di hari tasyrik ketiga dalam perayaan hari raya Iduladha tahun ini, Jumat (23/7), Firman dari tim Global Qurban-ACT Sulsel menceritakan pengalamannya setelah melakukan pendistribusian hewan kurban di lokasi tersebut. Ia berkisah tentang kondisi masyarakat yang tinggal di Kampung Opang.

“Alhamdulillah, tepatnya hari tasyrik ketiga kami dari tim Global Qurban-ACT menghadirkan hewan kurban sebanyak satu ekor sapi di Kampung Opang, salah satu kampung muallaf di Kabupaten  Pinrang yang berada di pegunungan,” tutur Firman dalam rilis ACT yang diterima BKM, Selasa (27/7).

Hadirnya hewan kurban pertama kalinya di tempat ini, tentunya merupakan bentuk rasa syukur bagi masyarakat kampung Opang dalam perayaan hari raya Iduladha tahun ini.

Ambe Turu selaku pemangku adat di Opang, mengatakan kepada Firman bahwa sudah 20 tahun lamanya sejak perkampungan tersebut didirikan, baru kali ini bisa merasakan kurban. “Semoga dengan hadirnya kurban ini bisa bermanfaat, bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan berupa daging. Akan tetapi besar harapan kami kegiatan ini dapat menumbuhkan, serta menguatkan akidah saudara-saudara kita di Kampung Opang ini,” tambah Firman.

Sebanyak 51 kepala keluarga yang tinggal di Opang dengan keseharian mereka bekerja sebagai petani kopi. Namun penghasilan dan kondisi perekonomian warga yang masih sangat kecil, sehingga masih tergolong prasejahtera.

Melalui momentum hari raya kurban bersama Global Qurban-ACT, masyarakat kampung Opang mengucapkan terima kasih kepada Sahabat Dermawan Global Qurban-ACT yang telah menunaikan kurbannya untuk masyarakat yang tinggal di sana.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas disembelihnya hewan kurban di kampung kami. Ini pertama kalinya kami di sini merasakan nikmatnya daging kurban. Semoga ini menjadi pembuka untuk kebaikan-kebaikan lainnya, sehingga Kampung Muallaf Opang ini bisa berkembang dengan baik dari segi ekonomi maupun dalam pendidikan agama,” tutur Ambe Turu selaku pemangku adat Kampung Opang. (rls)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini