Connect with us

Headline

Ada Indikasi Konflik Kepentingan di Drama Paskibra Sulbar

Terima Laporan, Ombudsman Turun Tangan

-

MAMUJU, BKM — Drama pengiriman pasukan pengibar bendera (paskibra) yang mewakili Sulawesi Barat di tingkat nasional, terus bergulir. Kasus ini telah diadukan ke Ombudsman setempat. Lembaga itu pun turun tangan.
Apalagi, setelah pengganti yang dikirim ke Jakarta dinilai tidak sesuai prosedur. Sebab, pengganti Kristina yang gagal berangkat karena terkonfirmasi positif covid-19, bukan dari nama cadangan yang ada di bawahnya.
Sejatinya, ada nama Nuraliyah di situ. Dialah yang menjadi cadangan dan seharusnya dipilih untuk mewakili Sulbar menjadi parkibra di Istana Negara, 17 Agustus mendatang. Nama siswa asal Pasangkayu itu berada di bawah Kristina, siswa SMA asal Kabupaten Mamasa.

Hal itu sesuai berita acara keputusan Tim Seleksi Paskibraka Tingkat Nasional Provinsi Sulbar Tahun 2021 tertanggal 22 April 2021. Berita acara ditandatangani lima orang, masing-masing H Muhammad Hamzih, Hasdiq Ramadhan, H Darwis, Sertu Rahmat Hidayat M, dan Briptu Rahmat Perwira Negara.
Sukri, ayah Nuraliyah mengaku kecewa dengan hal tersebut. Ia menilai Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulbar yang mengurusi hal ini telah bersikap diskriminatif.
”Kami tidak pernah dihubungi dan ditanya. Nanti di hari Senin anak saya sendiri yang baru tahu dari grup WhatsAppnya, kalau Kristina gagal berangkat karena positif covid-19. Jadi anak saya menunggu, karena dia yang menjadi cadangan di bawah nama Kristina,” terang Sukri, kemarin.

Karena tidak ada kabar, sehari kemudian, tepatnya Selasa, Sukri berinisiatif meminta istrinya untuk bertanya ke Dispora Pasangkayu. Bertemulah ia dengan seorang pejabat Dispora Pasangkayu bernama Haris.
”Pak Haris menjelaskan ke istri saya, bahwa Dispora Pasangkayu sendiri baru dikonfirmasi oleh Dispora Provinsi Sulbar setelah Anggi ditetapkan sebagai pengganti Kristina. Bukan Nuraliyah,” ungkap Sukri dengan nada kecewa.
”Jadi salah itu, Pak kalau ada informasi bahwa Dispora Provinsi Sulawesi Barat sudah melakukan konfirmasi ke keluarga Nuraliyah, dan Nuraliyah serta keluarga sudah menerima keputusan tersebut” cetusnya lagi.

Tak berhenti sampai di situ usaha yang ditempuh Sukri. Pada Selasa sore ia mencari informasi ke Dispora Sulbar. Sukri menelepon Hasdiq, seorang kepala bidang (kabid) Dispora Sulbar.
”Dia (Hasdiq) bilang ke saya, katanya waktu itu dirinya blank dan bingung. Sementara Anggi bersedia berangkat ke Makassar dan bersedia melakukan pemeriksaan medical check up. Terus, saya jawab bahwa saya juga bersedia seandainya dikonfirmasi di hari Sabtu,” jelasnya.
Hasdiq selaku kepala Bidang Kepemudaan Dispora Sulbar yang dihubungi terpisah, mengaku dirinya sudah melakukan konfirmasi ke Nuraliyah dan keluarga. ”Mereka menerima keputusan itu,” ujarnya.

Sukri kembali menambahkan, bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan keluarga Kristina terkait kejadian ini. Bahkan sudah melapor ke Ombudsman RI Sulbar.
Lukman dari Ombudsman RI Sulbar membenarkan adanya laporan terkait kasus tersebut. Ia menjelaskan, bahwa secara formilnya pada hari Rabu sore (29/7), ada yang melapor dari Pasangkayu. Walau begitu, sebelumnya dari Pasangkayu sudah ada informasi yang diperoleh terkait hal tersebut.
”Kami sudah mencoba melakukan komunikasi dengan gubernur. Saya telepon ajudan gubernur, tetapi sampai hari ini (kemarin) belum ada konfirmasi balik terkait hal tersebut,” ungkapnya.
Dia berjanji sesegar mungkin menindaklanjuti aduan ini. ”Jadi sesegera mungkin setelah adik-adik yang menerima aduan sudah berada di Mamuju, kami akan bergerak cepat,” tambah Lukman.
Kalaupun upaya ini tidak bisa mengubah kebijakan yang sudah ada, lanjut Lukman, minimal tidak terulang lagi kejadian yang sama di masa yang akan datang. ”Dari data yang ada mengenai pelaporan tersebut, patut diduga terjadi konflik kepentingan sehingga terjadi maladministrasi,” tandasnya.

BKM juga menghubungi keluarga Kristina di Mamasa. Melalui kakak kandungnya bernama Mila, hasil pemeriksaan Kristina yang kedua pada hari Senin oleh Dinkes Mamasa, ditambah dengan tes PCR, dinyatakan negatif covid-19.
Mila berharap apa yang dialami oleh adik kandungnya tidak terulang pada orang lain di masa yang akan datang. Terkait langkah selanjutnya yang akan ditempuh. Mila mengatakan kalau semua berhantung hasil keputusan keluarga. ”Intinya, kami akan tetap berusaha menuntut keadilan bagi adik kami,” kuncinya. (zul)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini