Connect with us

Gojentakmapan

Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam

Gegara Aniaya Warga Lanna

-

Renhar Darsis Malaganni

GOWA, BKM — Renhar (22), warga Batupondok, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, akhirnya melapor ke Propam Polres Gowa. Menyusul tindak kekerasan yang diterimanya dari oknum polisi bernama Briptu Gun.
Peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Jumat pagi (30/7) sekitar pukul 09.00 Wita di depan rumah korban di Batupondok, Kelurahan Lanna. Korban Renhar Darsis Malaganni (22) melaporkan penganiayaan yang dialaminya kepada Propam didampingi ayahnya Darsis Malaganni Dg Lesang, meski dirinya sudah melapor resmi ke Polsek Parangloe.
Akibat dari penganiayaan yang dilakukan oknum Briptu Gun itu, kini Renhar mengalami luka memar dibagian pinggul setelah dibanting ke tanah dan lebam di bagian leher habis dicekik.
”Kami melaporkan oknum polisi itu atas dugaan tindak penganiayaan serta pengancaman terhadap anak kami Renhar,” kata Darsis Malaganni Dg Lesang, ayah korban.

Di hadapan petugas Propam Polres Gowa, Renhar mengaku dicekik kemudian dibanting ke tanah oleh oknum Briptu Gun. Padahal, saat itu dirinya hanya melerai perselisihan antara isterinya dengan tantenya.
”Saya sudah melapor ke bagian Propam Polres Gowa, Sabtu,” kata Renhar, Minggu siang (1/8).
Renhar mengaku menindaklanjuti laporannya ke Propam lantaran di Polsek dia diajak untuk berdamai dan kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan dengan oknum Briptu Gun tersebut.
”Saya tidak mau. Sebab saya tidak setuju kalau persoalan penganiayaan terhadap saya yang sudah terluka begini baru hanya didamaikan begitu saja. Padahal dari awal sudah disampaikan saya hanya melerai perselisihan antara istri saya dengan tante saya. Bahkan saya diancam mau ditembak sama pak polisi itu,” ungkap Renhar berharap keadilan sebab setelah dianiaya kini Renhar sulit menggerakkan tubuhnya.
Ayah Renhar, Darsis Malaganni Dg Lesang berharap penganiayaan ini ditangani secara profesional oleh jajaran kepolisian.

”Jika anak saya salah, silakan diproses sesuai kesalahannya. Tapi jika anak saya tidak bersalah dan langsung dianiaya seperti itu, maka pelaku penganiaya perlu diproses sesuai hukum juga. Tidak adil jika hanya diselesaikan dengan damai, sementara anak saya sudah luka begitu,” tandas Darsis Malaganni Dg Lesang.
Darsis Malaganni Dg Lesang pun menjelaskan kronologi kejadiannya dengan detil. Waktu Jumat pagi itu kata dia, istri Renhar dan tantenya bertengkar. Renhar pun datang melerai. Tidak lama kemudian, oknum Briptu Gun datang tanpa bertanya langsung mencekik leher Renhar lalu membanting tubuh Renhar ke tanah lalu diancam akan ditembak oleh oknum Briptu Gun.
Setelah melakukan visum di Puskesmas Parangloe, Renhar bersama ayahnya datang ke Polsek melaporkan kejadiannya. ”Kami melaporkan ke Polsek Parangloe, tapi karena ada upaya mau didamaikan, kami menolak. Akhirnya, kami melapor ke Propam Polres Gowa. Kami berharap, oknum polisi yang menganiaya keluarga kami itu diproses sesuai perbuatannya,” tandas Darsis Malaganni Dg Lesang.
Sementara itu, Kapolsek Parangloe Iptu Mudatsir yang dikonfirmasi Sabtu malam sebelumnya membenarkan kejadian tersebut. ”Iya benar. Sementara kedua belah pihak diupayakan diselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi masalah sepeleji. Ditambah pelaku dan korban kan bertetangga,” kata Iptu Mudatsir.
Sementara itu, Kasi Propam Polres Gowa, Iptu Isyamsah yang dikonfirmasi via telepon selularnya, Minggu siang (1/8) membenarkan jika korban sudah melaporkan ke Propam Polres Gowa.
”Iya korban sudah melaporkan kemarin. Dan kita akan menyelidiki sejauhmana pelanggaran yang dilakukan oknum anggota yang bersangkutan. Setelah itu, barulah kita lakukan tindakan sesuai prosedur,” kata Iptu Isyamsah via ponselnya. (sar)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini