Connect with us

Kriminal

Pelaku Terancam 15 Tahun Penjara

Lanjutkan Kasus Pengeroyokan di Waduk Tunggu

-

MAKASSAR, BKM — Kasus tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama terhadap seorang pelajar berinisial SH (19) hingga korban meninggal dunia pada Rabu sore (28/7), di waduk tunggu Pampang, Kecamatan Manggala, berhasil diungkap. Para pelaku ditangkap Sat Reskrim Polrestabes Makassar bersama anggota Resmob Polda Sulsel dan personel Polsek Manggala, di tempat berbeda.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, didamping Kasi Humas, AKP Lando, Kamis sore (29/7) pukul 17.00 Wita, memberikan keterangan kepada wartawan di aula Mappaodang Polrestabes Makassar terkait perkara penganiayaan atau pengeroyokan, ataupun pembunuhan. Atas perbuatannya, para pelaku terancam mendapatkan hukuman 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Jamal Fathur Rakhman, mengemukakan, dengan terjadinya perselisihan paham antara kelompok satu dan kelompok lainnya sehingga terjadi penganiayaan.
Setelah itu kelompok dari pelaku ini melarikan diri. Kemudian pelaku bersama rekan-rekannya kembali mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sehingga terjadi perkelahian lagi dan akhirnya korban SH dikeroyok kurang lebih 10 orang hingga meninggal dunia.
”Korban mengalami luka tikaman dibagian ulu hati, bagian perut, tangan dan luka lebam di wajah serta beberapa luka lainnya,” jelas Kasat Reskrim.
Pengungkapan berawal saat tim Resmob Polsek Manggala diback up Jatanras Polrestabes Makassr serta Resmob Polda Sulsel telah melakukan penangkapan terhadap 10 orang yang diduga pelaku penganiayaan.
Mereka yang diamankan masing-masing berinisial MF, MM, AG, MM, AA, NP, Wd, AY, MZ, dan MI. Dari sepuluh orang ini, rerata di bawah umur. Ada yang berumur 16 tahun dan 17 tahun.
Barang bukti yang diamankan berupa unit sepeda motor sebilah parang, badik dan beberapa batu. Motifnya mereka balas dendam. Sesaat sebelum kejadian, mereka berselisih paham di TKP. Akhirnya salah satu pihak pergi dan mereka balik lagi ke TKP untuk balas dendam.
”Sebelumnya ada selisih paham dan penganiyaan terhadap kelompok pelaku ini dan ada pengrusakan motor oleh kelompoknya korban. Setelah itu, kelompok pelaku meninggalkan TKP sekitar waduk tersebut. Para pelaku kembali untuk balas dendam. Saat itu mereka mendapati korban sendiri kemudian para pelaku melakukan penganiayaan ataupun pengeroyokan,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 338 KUHP dan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (jul-ish/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini