Connect with us

Metro

Perangkat Pembelajaran PAI Antar Dosen IAI Al Mawaddah Warrahmah Raih Doktor di UNM

-

MAKASSAR, BKM — Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menempati posisi strategis dalam memberikan dasar keimanan dan ketakwaan peserta didik hingga masa depan kelak. Karena begitu pentingnya, pelaksanaan pembelajarannya tidak boleh sebatas formalitas saja. Mata pelajaran PAI harus bermakna bagi peserta didik sehingga perlu inovasi dan kreatif dalam pembelajarannya.

Hal itu yang menginspirasi Muh Iqbal untuk melakukan riset dalam mengembangkan perangkat pembelajaran PAI di sekolah menengah pertama. Hasil produk pengembangan perangkat pembelajaran PAI ia pertahankan dalam ujian sidang promosi doktor pada Selasa, 3 Agustus 8) via daring menggunakan aplikasi zoom meeting.

Dosen Institut Agama Islam (IAI) Al Mawaddah Warrahmah Kolaka, Sulawesi Tenggara ini mempertahankan disertasinya berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Saintifik di Sekolah Menengah Pertama dalam rangka meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Pendidikan.

Sidang ujian promosi doktor dipimpin Prof.Dr.Anshari,M.Hum., sekretaris Prof.Dr.Muhammad Arifin Achmad,M.A., dan anggota Prof.Dr. Darman Manda,M.Hum., Prof.Dr.Bahaking Rama,MS., Dr. Abdul Saman,M.Si.Kons., dan Dr.Abdullah Sinring,M.Pd.

Hasil riset menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran PAI sangat dibutuhkan karena RPP belum mengikuti pendekatan saintifik, buku ajar belum terkombinasi dengan sumber lain, belum ada LKS, motivasi siswa rendah, dan pembelajaran PAI didominasi kemampuan kognitif dan belum maksimal pada sikap (afektif) dan pembiasaan (psikomotorik).

Perangkat pembelajaran meliputi RPP, buku ajar, dan lembar kerja siswa dikategorikan valid. Hasil pengamatan keterlaksanaan perangkat pembelajaran dikategorikan praktis. Perangkat pembelajaran memenuhi kriteria efektif karena ketuntasan belajar klasikal tercapai, aktivitas siswa efektif dan respon positif, dan kemampuan guru mengelola pembelajaran dikategorikan baik.

Berdasarkan hasil riset, produk perangkat pembelajaran PAI dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk digunakan di sekolah menengah pertama. Perangkat pembelajaran PAI yang dikembangkan Muh Iqbal memenuhi syarat sebagai acuan atau pedoman bagi guru PAI di sekolah menengah pertama.

Seusai menjawab sanggahan, bantahan dan klarifikasi tim penguji, Muh. Iqbal dinyatakan lulus dengan meraih IPK 3,90 dan predikat kelulusan sangat memuaskan. Dia tercatat sebagai alumni ke-958 PPs UNM dan ke-153 Program Studi S-3 Ilmu Pendidikan.

Menurut Prof.Dr.Anshari,M.Hum. selaku kopromotor, produk perangkat pembelajaran yang dikemas dalam bentuk buku sangat bermanfaat bagi siswa dan guru. Produk ini menganut pola pembelajaran terintegrasi pada aspek kognitif, sikap, dan keterampilan.

“Senada dengan keinginan peneliti agar bukunya dapat mengubah pengetahuan agama yang bersifat kognitif menjadi “makna” dan “nilai” yang perlu diinternalisasikan dalam diri siswa,” jelas Wadir 3 Bidang Kerja Sama dan Publikasi PPs UNM ini. (rls)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini