Connect with us

Headline

Ada Bayi dan Balita di Isolasi Apung

Klaster Keluarga Dominasi Peserta di KM Umsini

-

IST BAYI-Seorang petugas medis menggendong seorang bayi untuk menjalani isolasi apung di KM Umsini. Hingga hari kedua pengoperasiannya, tempat isolasi ini menampung peserta yang didominasi dari klaster keluarga.

MAKASSAR, BKM — Kapal Motor (KM) Umsini telah resmi difungsikan sebagai tempat isolasi apung sejak Senin (2/8). Hari pertama beroperasi, sedeikitnya ada 100 pasien terpapar covid-19 dari 47 puskesmas se-Kota Makassar mulai menjadi penghuni kapal milik PT Pelni itu hingga beberapa hari ke depan.
Selama dua hari beroperasi, orang terpapar covid yang menjalani isolasi di KM Umsini lebih banyak berasal dari klaster keluarga. Malah ada satu keluarga, termasuk satu bayi dan balita (bawah lima tahun) yang ikut isolasi di sana. Khusus untuk klaster keluarga seperti itu, mereka diberi tempat khusus yang bisa digunakan bersama.
Khusus pada Selasa (3/8), jumlah pasien baru yang isolasi di kapal penumpang tersebut sebanyak 76 orang. Sementara, Senin malam, ada tambahan 17 orang.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramadhan Pomanto meminta masyarakat tidak memandang enteng gejala yang menyerupai flu. “Jangan anggap enteng gejala biasa yang menyerupai flu. Sebaiknya memeriksakan diri sebelum terlambat. Kondisi hari ini menunjukkan klaster keluarga mendominasi dan menjadi urutan atas penyebaran covid,” ungkap Danny, kemarin.
Ia menjelaskan, konsep isolasi apung terpadu diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan pasien di atas kapal. “Isolasi apung terpadu menghadirkan konsep recovery, training motivasi, serta olahraga, dan rekreasi. Konsep ini dipadukan agar tidak ada kejenuhan selama masa isolasi yang tentunya dalam pengawasan dan pendampingan tenaga medis,” ujar Danny.
Adapun paket yang diberikan kepada tiap peserta yakni masker, vitamin, dan juice tradsar. Untuk juice tradsar sendiri merupakan minuman herbal Makassar yang telah memiliki izin BPOM dan dipercaya dapat membantu dalam proses penyembuhan pasien covid-19.
Selama beroperasi sebagai tempat isolasi apung, KM Umsini akan berlabuh di depan Pulau Lae-Lae dan sekali-kali berlayar di laut lepas. “Besar harapan masa isolasi berkisar 5 hingga 10 hari dan bisa sembuh sehingga bisa kembali menjalani aktivitasnya kembali,” harap Danny.
Hingga hari kedua, sejumlah persoalan masih ditemukan dan dalam tahap penyempurnaan. Misalnya, lokasi isolasi belum dilengkapi seprei dan bantal. WiFi juga masih lemah alias lambat loading.

Terus Bertambah

Data menunjukkan bahwa kasus aktif covid-19 di Sulsel terus bertambah. Begitu juga dengan pasien positif yang meninggal.

Hasil laporan terakhir pada Senin (2/8), terlihat Sulawesi Selatan dengan angka penambahan pasien terkonfirmasi 540 orang.
Angka tersebut turun dari sehari sebelumnya di angka 796 pasien
.

Dengan penambahan tersebut, membuat angka komulatif pasien terkonfirmasi tembus 85.049 orang.

Sementara untuk pasien sembuh bertambah 670 pasien. Angka tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya di angka 691 pasien.

Dengan penambahan 691 pasien sembuh di Sulsel membuat angka kumulatif penambahan pasien sembuh tembus 72.596 orang.
Secara persentase, pasien sembuh di angka 85,36 persen dari 85.049 pasien terkonfirmasi.

Untuk pasien positif yang meninggal bertambah 17 pasien, sehingga total hingga saat ini menjadi 1.383 orang, dengan persentase 1,63 persen
.
Artinya, pasien aktif covid-19 di Sulsel di angka 11.070 pasien atau 13,01 persen

.
Berdasarkan frekuensi daerah terkait jumlah kumulatif kasus aktif covid-19 yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, kasus aktif covid-19 antara 0-1.000 kasus masuk zona hijau, 1.001-5.000 kasus masuk zona kuning, 5.001-15 ribu masuk zona oranye, dan di atas 15.001 masuk zona merah.

Bila melihat angka 11.049 kasus aktif covid-19, artinya Sulsel masuk di zona oranye.

Sebelumnya, Sulsel masuk zona Hijau pada 20 Juni 2021 lalu. Ketika itu kasus aktif covid-19 di daerah ini hanya 623 kasus, atau 1 persen saja.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pun mendukung pemerintah pusat yang memperpanjang PPKM Level 4 sampai 9 Agustus 2021
.

Kata dia, Selasa (3/8), kebijakan tersebut untuk menekan laju penularan covid-19. Diharapkan, pemberlakuan aturan itu bisa berdampak untuk menekan pertumbuhan kasus di Sulsel, yang penularannya didominasi imported case.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel) dr Ichsan Mustari mengatakan, perpanjangan PPKM oleh pemerintah menjadi salah satu upaya menekan sebaran kasus baru covid-19 di lapangan, termasuk di Sulsel dan Kota Makassar pada khususnya. Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan dan PPKM demi kebaikan bersama. (rhm-jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini