Connect with us

Sulselbar

Bupati Barru Panen Nenas di Pujananting

-

BARRU, BKM — Prospek tanaman holtikultura di Barru terus mengalami perkembangan pesat, meski saat ini dimasa pandemi.covid masih sangat tinggi. Terbuktisetelah panen semangka beberapa hari lalu di Desa Pujananting, kini Bupati Barru Suardi Saleh, didampingi Ketua TP PKK drg. Hj. Hasnah Syam MARS kembali melakukan panen nenas di dusun Bette Desa Jangan-Jangan Kecamatan Pujananting, Senin (2/8).

Kebun nenas yang berada di lahan seluas kurang lebih empat hektar itu dikelola oleh KT Samaturue, panen di Dusun Bette adalah panen perdana, sementara di Dusun Birurue yang luas lahannya kurang lebih dua hektar juga dalam waktu dekat akan menyusul panen.
Bupati Barru, Suardi Saleh mengapresiasi kepala desa Jangan-jangan Rahmansyah, karena atas dorongannya kepada warganya sehingga berhasil panen nenas dengan hasil yang melimpah,
“Ini adalah contoh yang baik, karena wilayah Pujananting ini masih sangat luas tanah yang belum digarap secara baik, sehingga dengan adanya tanaman nenas ini bisa membuka pikiran warga di desa yang lain untuk belajar di desa Jangan-Jangan,” kata Suardi.

Lanjut Bupati menyampaikan harapannya kepada para petani, kalau bisa kegiatan ini berkesinambungan karena secara hitungan ekonominya sangat menguntungkan, untuk saat ini tidak lagi memikirkan modal bibit nenas, karena setiap pohon bisa menghasilkan lima sampai tujuh pucuk yang dijadikan bibit.
Sebagai bentuk apresiasi dan harapan agar para petani semakin serius, Bupati memberikan bantuan berupa pompa air dan traktor melalui dinas Pertanian, dari aspirasi anggota DPR RI Komisi IX drg. Hj. Hasnah Syam MARS yang juga ketua Tim Penggerak PKK kabuapten Barru.
Bupati menyampaikan kepada para petani dan warga desa Jangan-Jangan agar tetap patuhi protokol kesehatan, karena kondisi daerah kita sudah zona orange penularan covid-19 dan berada pada PPKM level 3,
“Kalau anda fokus bertani disini, kemungkinannya sangat kecil untuk tertular covid-19, apalagi Kecamatan Pujananting masuk penularan terendah di kabupaten Barru,” terangnya
Kepala Dinas Pertanian Ir. Ahmad, MM melaporkan bahwa desa Jangan-Jangan akan dijadikan sebagai kampung buah, karena disamping tanahnya yang subur keinginan masyarakat juga sangat tinggi
Pemasaran buah nenas ini sangat banyak peminatnya karena jenisnya berbeda dengan nenas biasa. Jenis ini nenas madu, sangat manis dibanding nenas lokal, untuk sekarang ini pembeli dari Makassar yang langsung mengambil di desa Jangan-Jangan.
Sementara harga untuk saat ini bervariasi, untuk ukuran yang kecil harga Rp. 6.000/kg, ukuran sedang Rp.7.000-8.000/kg yang ukuran besar 9.000/kg. (udi/C)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini