Connect with us

Headline

Danny-Adnan Sepakat Buat Posko di Perbatasan

Bertemu Bahas Perpanjangan PPKM

-

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramadhan Pomanto bertemu Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Selasa (3/8) di kediaman pribadi Danny, Jalan Amirullah.

Keduanya membahas seputar perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Seperti diketahui, Pemkot Makassar memberlakukan PPKM Level IV, sementara Kabupaten Gowa level III sejak 27 Juli hingga 2 Agustus. Selanjutnya, berdasarkan instruksi pusat, PPKM kembali diperpanjang.

Fokus pembicaraan kedua pimpinan daerah tersebut seputar sinkronisasi jam operasional tempat usaha. Terutama rumah makan, kafe, warteg dan lainnya.

Selain itu, keduanya sepakat untuk melakukan penguatan penawasan, terutama di perbatasan Makassar-Gowa dengan membuat posko masing-masing.

Wali Kota Makassar mengatakan, pada dasarnya perpanjangan PPKM yang berlaku 3 hingga 9 Agustus hampir sama dengan PPKM sebelumnya.

Namun, kata Danny, kali ini pihaknya akan lebih tegas dalam menerapkan aturan PPKM, khususnya terkait protokol kesehatan.

“Kita bicara metropolitan. Saya kira kalau dilihat pasalnya, tidak ada bedanya. Cuma penerapannya lebih selaras dan lebih tegas antara Gowa dan Makassar,” ujarnya.

Selain itu, untuk penerapan aturan PPKM sektor dunia usaha, Pemkot Makassar memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada TNI-Polri. Sementara untuk lingkup RW hingga RT, tanggung jawab diserahkan ke Satpol PP.

Penerapan PPKM kali ini, kata Danny, lebih mendengarkan permintaan masyarakat dengan metode pertimbangan protokol kesehatan.

Danny berharap kordinasi pada kondisi “darurat” seperti ini bisa mempercepat pemutusan penyebaran covid 19 dalam berbagai program yang tengah digencarkan di masing-masing daerah.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menegaskan sinkronisasi PPKM antara Pemkot Makassar dengan Pemkab Gowa sangat penting dilakukan, mengingat 45 persen warganya beraktivitas dan bekerja di Kota Makassar.

“Kita mau sinkronkan waktu aktivitas usaha, supaya masyarakat, baik Gowa dan Makassar tidak bingung-bingung. Karena 45 persen penduduk saya dari Gowa aktivitasnya di Makassar. Banyak juga masyarakat Makassar yang beraktivitas di Gowa. Nah, supaya tidak ada kebingungan berkaitan dengan waktu, inilah kita sinkronkan,” ungkap Adnan.

Kedua kepala daerah itu juga sempat membahas soal perlunya duduk bersama dengan Pemprov Sulsel untuk membahas PPKM secara lebih mendalam. Terutama aturan main yang ingin diterapkan di perbatasan dua daerah yang seharusnya menjadi kewenangan Pemprov Sulsel. Khususnya di wilayah aglomerasi yakni Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini