Connect with us

Headline

Danny Tantang Anak Muda Bertarung secara Jantan

Penonton Bayar Tiket Masuk, Pemenang Dapat Hadiah

-

BKM/CHAIRIL DIAMANKAN-Tim Jatanras Polrestabes Makassar bersama Polsek Ujungpandang, diback up Resmob Polda Sulsel mengamankan delapan orang dalam kasus tarung bebas jalanan. Dua orang bertindak selaku petarung, sementara enam lainnya sebagai penonton.

MAKASSAR,  BKM — Polisi tidak tinggal diam dengan viralnya video tarung bebas model Ultimate Fighting Championship (UFC) ala remaja di Makassar. Dua orang petarung yang terekam dalam video, dan enam penonton berhasil diamankan.

Pengungkapan ini dilakukan Tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar dan Polsek Ujungpandang, diback up Resmob Polda Sulsel. Delapan orang tersebut berhasil diamankan, Selasa malam (3/8). Semuanya masih remaja. Bahkan ada yang di bawah umur.
Masing-masing berinisial RA (18) dan MA (18) yang bertindak selaku petarung. Sementara enam penonton yang diciduk, yakni EI (18), AB (18), TS (19), MRA (15), MAF (18), dan MAS (17).
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Jamal Fathur Rakhman didampingi Kasi Humas AKP Lando merilis kasus ini di halaman Mapolrestabes, Rabu sore (4/8). Bermula dari diterimanya informasi oleh Polsek Ujung Pandang pada Senin (2/8), bahwa telah terjadi kerumunan di Jalan Ince Nurdin, tak jauh dari Monumen Mandala. Petugas langsung ke lokasi dan membubarkan mereka.

Sehari sebelumnya, sebuah video pertarungan bebas menampilkan perkelahian brutal dan ditonton orang yang berkerumun. Petugas kemudian melakukan penyelidikan, hingga akhirnya pada Selasa malam berhasil mengamankan delapan orang di sejumlah lokasi berbeda.
Petugas lalu menggiring delapan orang tersebut ke Satreskrim Polrestabes Makassar guna menjalani pemeriksaan intensif. ”Dari hasil pemeriksaan, dua orang menjadi petarung, dan enam orang lainnya adalah penonton,” ujar Kompol Jamal.

Pertarungan bebas ini memang menjanjikan uang. Dari keterangan pelaku yang diamankan, panitia ternyata menjanjikan 10 persen dari uang tiket yang belakangan ditarik dari para penonton seharga Rp10.000. Ada pula hadiah untuk pemenang, yang diperoleh dari pembayaran tiket masuk.
Aksi ilegal ini cukup terorganisir. Sebelum pertarungan dilangsungkan, para penonton dan fighter akan menerima pesan dari sebuah akun Instagram @makassarstreet_fighter. Di sini diinformasikan terkait tiket serta lokasi pertaruangan.
Saat ini polisi masih mengembangkan keterangan mereka dan mencari pelaksana pertarungan bebas itu. Petugas juga mencari pemilik akun yang membuat videonya.

Tantangan Danny

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyesalkan aksi tarung bebas yang dilakukan sejumlah anak muda di Makassar yang videonya viral di media sosial. Dia mengaku, saat pertama kali melihat video tersebut, dirinya langsung melaporkannya ke kapolrestabes.
Dari laporan disebutkan jika aksi tarung bebas tersebut berlangsung di Jalan Ince Nurdin. Namun sayang, ketika aparat kepolisian bergerak ke sana, suasana sudah sunyi. Ternyata aksi tersebut dilakukan dengan berpindah-pindah lokasi.
“Jadi kami dapat laporan di Ince Nurdin, pindah lagi. Waktu digerebek di sana pindah lagi. Ini anak-anak jago-jago juga tiba-tiba dia tahu (kalau mau digerebek),” ungkap Danny saat dikonfirmasi di kediaman pribadinya Jalan Amirullah, Rabu (4/8).
Dia mengatakan, anak muda yang ingin menyalurkan keahliannya dalam bertarung, seharusnya lewat jalur resmi. Ada beberapa cabang olahraga yang bisa dimasuki. Seperti gulat, karate, judo, dan beberapa olah raga bela diri lainnya.

“Bukan secara ilegal. Karena ini dilakukan di jalan dan liar, tidak ada yang bertanggung jawab. Jadinya ilegal. Itu tidak boleh. Tidak diperkenankan negara,” tegas Danny.
Dia menantang anak muda secara terbuka, kalau mau bertarung lebih jantan, yang penting resmi di bawah naungan cabang olahraga. “Saya ajak semua anak muda yang mau seperti ini. Saya saat ini salah satu pembina karate. Ayo sama-sama di sini. Harus lewat cabang olahraga ini,” tandasnya.
(jul-rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini