Connect with us

Metro

RS Daya Disulap jadi Rumah Sakit Darurat Covid

-

int Rumah Sakit Daya

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar akan merubah RS Daya menjadi rumah sakit darurat covid. Saat ini, sejumlah instansi terkait sudah bekerja untuk mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan.
Ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Rabu (4/8), Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto, mengatakan, seperdua bagian dari rumah sakit tersebut akan disulap menjadi ruang perawatan covid-19.
“Kami saat ini sudah melakukan persiapan. Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dan sistem yang akan berjalan di sana,” ungkap Danny.

Orang nomor satu Makassar itu mengatakan rencana ini sudah melaporkan rencana tersebut ke Plt Gubernur Sulsel.
Danny menjelaskan ,pihaknya melakukan penambahan kapasitas tempat tidur sebanyak 100 unit di rumah sakit milik Pemkot Makassar tersebut, khusus untuk digunakan pasien covid-19.
“Tadi saya sudah laporkan kami siapkan tambahan 100 bed. Sebenarnya kami sanggup hingga 188 bed. Tapi nanti ditambah sesuai kondisi yang berkembang,” jelas Danny.
Dia juga sudah menggelar rapat dengan para dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang akan bertugas di sana untuk memastikan mekanisme perawatan pasien covid-19 nanti berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Tadi malam (Selasa malam), saya sudah rapat dengan dokter-dokter. Membicarakan hal-hal penting yang harus dijalankan di rumah sakit tersebut. Mulai dari bagaimana mensekat ruang untuk pasien Covid, mengatur sirkulasi udara secara steril, kesiapan ICU untuk pasien covid yang cukup berat, pokoknya semuanya,” kata Danny.
Rumah Sakit Daya rencananya juga akan dipasangi lima ventilator yang akan dihubungkan dengan ruang ICU.
“Besok (hari ini) kita akan pasang pipa besar supaya lima ventilator kita bisa jalan,” tambah Danny.
Nantinya, pasien covid yang akan dirawat di RS Daya adalah mereka yang bergejala sedang.
Alasan Danny menyulap RS Daya sebagai rumah sakit darurat covid karena ingin mengantisipasi lonjakan warga yang positif covid-19.

Kondisi real di lapangan, katanya, banyak yang dicurigai terpapar dari kluster keluarga namun mereka enggan ditracing dan diswab PCR karena merasa tidak bergejala. Mereka melakukan isolasi mandiri, namun tiba-tiba ada yang bergejala sedang selanjutnya berat dan meninggal di rumahnya.
“Kasus seperti ini yang kita khawatirkan. Kejadian ada orang yang nanti saturasinya di bawah 60 mi baru dia rumah sakit. Tidak bisa lagi ditolong,” tambahnya.
Dalam waktu singkat, pihaknya akan kembali menurunkan tim detektor dengan melibatkan aparat TNI-Polri untuk menyisir rumah-rumah untuk mendata orang-orang yang sakit. Selanjutnya mereka akan dipisahkan dengan orang yang sehat. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini