Connect with us

Gojentakmapan

Terpapar Virus Corona Bukanlah Siri

-

KUNJUNGAN -- Kapolres Jeneponto, AKBP Yudha Kesit selaku Ketua Harian Gugus Tugas Satgas Covid-19 bersama Dandim 1425, Letkol Gustiawan Ferdianto, dan Sekkab Jeneponto, Syafruddin Nurdin saat mengunjungi Kecamatan Binamu dan Turatea.

JENEPONTO BKM — Gugus tugas Satgas Covid-19 melakukan kunjungan di kantor Desa Sapanang dan kantor Kecamatan Turatea. Kunjungan itu dalam rangka sosialisasi percepatan vaksinasi, Selasa (3/8).

Berdasar time line schedule oleh Kapolres Jeneponto, AKBP Yudha Kesit selaku Ketua harian Gugus tugas Satgas Covid-19 bersama Dandim 1425, Letkol Gustiawan Ferdianto dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Jeneponto, Syafruddin Nurdin, masing-masing sebagai wakil ketua, melakukan kunjungan ke Kecamatan Binamu dan Turatea.
Sehari sebelumnya, gugus tugas Satgas melakukan kunjungan sosialisasi penanganan Covid-19 di tujuh kecamatan lainnya, yakni Tamalatea, Bontoramba, Bangkala, Bangkala Barat, Batang, Tarowang, dan Kecamatan Arungkeke.
Giat sosialisasi yang dilaksanakan secara massif selama satu pekan terakhir di 11 kecamatan oleh Satgas Covid-19 adalah dalam rangka membawa misi edukasi dan pencerahan kepada masyarakat dengan menyasar key person/tokoh.

Selanjutnya, key person/tokoh yang hadir dalam sosialisasi diharapkan mampu menjadi pioner dalam mengedukasi masyarakat secara lebih luas. Kapolres Jeneponto, Yudha Kesit menyebutkan, sosilisasi dilakukan dengan membawa misi edukasi dan penyelamatan masyarakat.
”Misi kita di sini bukan untuk jualan obat. Tapi misi kita adalah penyelamatan. Jangan menyebarkan berita yang tidak benar tentang vaksin,” tegas Kapolres.
Sementara itu, Dandim Gustiawan Ferdianto meminta kepada kepala desa/kelurahan yang hadir agar PPKM Mikro memperketat mencegahan dan penanganan. Lebih lanjut Dandim menambahkan perlunya gotong-royong dalam membantu setiap warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

”Corona ini bukan siri yang orangnya harus diusir dari kampung. Tapi justru sebagai sesama harus gotong-royong dalam membantu. Kata siri sendiri adalah sikap malu akibat aib/perbuatan tercela yang lakukan/dialami seseorang. Kemudian dalam budaya Jeneponto biasanya dilakukan pengusiran sebagai sanksi sosial,” tambah Dandim.
Di tempat yang sama, Sekkab Syafruddin Nurdin yang juga selaku wakil ketua gugus tugas Satgas Covid-19 menyebutkan percepatan vaksinasi di 11 kecamatan adalah hal yang niscaya dilakukan agar dapat membangun kekebalan kelompok/herd immunity di Kabupaten Jeneponto.
”Kalau 80 persen warga jeneponto telah vaksin Insha Allah mobilitas masyarakat bisa kembali normal,” tandas Sekda.

Turut hadir dalam kunjungan ini, Kadis Kesehatan, Susanti Mansur, Kadis Kominfo, Manrancai Sally, Kesbangpol, Syarbini Mattewakang, Camat Binamu, M Emil Ilyas, kepala Puskesmas, camat Turatea, tokoh masyarakat, Banbinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa/kelurahan se-Kecamatan Binamu dan Turatea. (krk/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini