Connect with us

Headline

Zona Merah Bertambah, Perbatasan Diperketat

Pemkot Siapkan 18 Ribu Antigen untuk Pemeriksaan

-

BKM/CHAIRIL PEMERIKSAAN-Pengetatan dilakukan di Jalan Aroepala, perbatasan Makassar-Gowa. Pengendara yang melintas dan tidak mengenakan masker langsung diarahkan ke posko yang telah didirikan.

MAKASSAR, BKM — Penyebaran covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan makin meningkat. Hal itu ditandai dengan bertambahnya daerah yang masuk dalam kategori zona merah.

Saat ini terdapat lima daerah yang masuk kategori zona merah penyebaran covid-19.
Selain Makassar dan Tana Toraja, terdapat pula Kepulauan Selayar, Takalar, dan Palopo yang masuk dalam kategori bahaya penyebaran.
Terdapat sejumlah indikator penentuan peta zonasi wilayah.
Petanya dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan.

Menurut Tim Ahli Satgas Covid-19 Sulsel Ridwan Amiruddin, di antara indikator itu yakni jumlah kasus positif dan probable, jumlah kasus aktif, kasus meninggal, pasien dirawat di rumah sakit, juga persentase kumulatif sembuh, hingga laju insidensi dan angka kematian positif per 100.000 penduduk.

“Ada nilainya semua, dan kita di Sulsel ada lima yang zona merah dan 19 zona oranye,” katanya, Rabu (4/8).
Dengan data itu, di Sulawesi Selatan tidak ada daerah yang berada di kategori zona kuning dan hijau.

Sesuai instruksi Mendagri nomor 28 tahun 2021 tentang pemberlakukan PPKM Level IV, di Sulawesi Selatan terdapat dua daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Tana Toraja.

Ada beberapa indikator dalam menentukan tingkatan PPKM.
Seperti laju indikator penularan, perawatan pasien di rumah sakit, jumlah kematian.
Selanjutnya angka testing dan tracing kontak erat, serta kapasitas BOR (Bed Occupancy Rate).

Sehingga meskipun di Sulawesi Selatan terdapat lima daerah kategori zona merah, tetapi hanya dua daerah saja yang masuk PPKM Level IV.
Sedangkan Kepulauan Selayar, Takalar, dan Palopo, menerapkan PPKM Level III.

Selain ketiga daerah itu, yang menerapkan PPKM Level III yakni Bantaeng, Barru, Gowa, Jeneponto, Parepare, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkep, Sidrap, Soppeng, dan Toraja Utara.

Pengetatan di Perbatasan

Pemerintah Kota Makassar memperketat arus masuk dan keluar kendaraan dari Makassar.

Selain menyiapkan posko di setiap perbatasan dengan kabupaten lain, pemkot juga menyiapkan masing-masing 3000 antigen.

“Ada enam wilayah perbatasan antara Makassar dan kabupaten lain. Setiap perbatasan nanti kami siapkan 3000 antigen. Jadi total sebanyak 18 ribu antigen,” ungkap Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto Danny saat ditemui di kediaman pribadinya Jalan Amirullah, Rabu (4/8).

Antigen yang disiapkan tersebut nantinya akan digunakan untuk memeriksa para pengendara bermotor yang melintasi perbatasan. Mereka akan diperiksa secara acak. Namun akan lebih difokuskan pada mereka yang ditemukan melanggar protokol kesehatan.

Pemkot akan menyerahkan sepenuhnya penjagaan di perbatasan kepada aparat TNI/Polri.

“Kita akan koordinasikan dengan aparat TNI Polri. Mengenai penegakan ketegasan protokol kesehatan, termasuk di perbatasan, saya serahkan ke TNI/Polri biar mereka di garda terdepan,” tambah Danny.

Sebelumnya, Danny bersama dan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan sudah melakukan pertemuan guna mengoordinasikan beberapa poin penting terkait PPKM.

Keduanya sepakat untuk memperketat penjagaan dan membuat posko-posko di perbatasan agar bisa memantau para pengendara bermotor, apakah menerapkan protokol kesehatan secara ketat atau tidak.

“Kalau di Kabupaten Gowa, kami sudah ada beberapa posko di perbatasan. Kalau ada yang melanggar protokol kesehatan didapat, langsung diswab antigen di tempat,” kata Adnan.

56 Terjaring, Satu Positif

Posko penanganan covid-19 di wilayah Kecamatan Rappocini. Kota Makassar sudah dibentuk. Ada dua lokasi yang dipilih. Masing-maisng berada di Jalan Sultan Alauddin dan di Jalan Hertasning Raya. Keduanya berada di perbatasan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

Pembentukan posko oleh pemerintah Kecamatan Rappocini di pintu masuk Kota Makassar itu sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran covid-19 yang diatur berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Makassar bernomor: 443.01/391/S.Edar/Kesbangpol/VI/2021 tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV di Kota Makassar.

Komandan Regu Satgas Raika Kecamatan Rappocini Muh Mulyadi Mone menyebut, pengetatan prokes di posko penanganan covid-19 untuk mengawasi lalu lintas masyarakat, apakah telah disiplin prokes atau belum.

“Masyarakat yang kasat mata tidak memakai masker di jalan secara langsung dihentikan, dan kemudian digiring masuk ke dalam posko untuk diperiksa kesehatannya. Di posko telah siap tim tenaga kesehatan yang bertugas memeriksa kesehatan masyarakat yang terjaring. Pemeriksaannya meliputi tes swab antigen sampai mengecek kartu vaksin,” jelas Mone, Rabu (4/8).

Selain tim tenaga kesehatan, di setiap posko penanganan Covid-c9 juga bersiaga petugas dari kepolisian, TNI dan Satpol PP Makassar. Pengetatan dilakukan waktu sibuk aktivitas masyarakat mulai dari pukul 08.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita.

“Masing-masing posko telah siaga petugas polisi, TNI, tenaga kesehatan, Satpol PP dan Brimob ikut pengamanan,” tambahnya.

Hingga pukul 16.00 Wita, kemarin, data rekapitulasi pelanggar yang terjaring khususnya di posko Hertasning-Aroepala ada sebanyak 56 orang. Sementara yang tes swab di tempat sebangak 32 orang. Dari hasil pemeriksaan, 31 orang dinyatakan negatif dan satu orang dinyatakan positif.

“Para pelanggar yang positif covid-19 dianjurkan oleh tim medis puskesmas agar isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” tutupnya. (jun-rhm-arf)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini