Connect with us

Metro

Mahasiswa UNM Ubah Jerami Jadi Bantal Sofa Aroma Mint

-

Tim PKM-K UNM, masing-masing  Arman Usman (ketua), dan anggota Ichtiar Gunawan, Rayana, Ainun Chamila, dan Nurfadillah memegang bantal sofa yang mereka hasilkan dari jerami. 

MAKASSAR, BKM — Lima mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) tergabung dalam satu kelompok melaksanakan PKM-K. Tim ini diketuai Arman Usman yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi. Sementara anggota terdiri dari Ichtiar Gunawan (Prodi Akuntansi FE), Rayana (Prodi Manajemen FE), Ainun Chamila (Prodi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/MIPA), dan Nurfadillah (Prodi PKK-Busana Fakultas Teknik/FT).

Yang menarik, mereka membuat sebuah produk wirausaha dengan memanfaatkan jerami. Prosesnya bergulir Juni-Agustus di Rumah Produksi Allonangku, Jalan Toddopuli VI, Makassar.

Arman selaku ketua tim, menuturkan bahwa latar belakang lahirnya ide cemerlang ini didasari oleh kebiasaan masyarakat yang setiap pascapanen, sisa dari batang padi atau jerami pasti dibakar.  Langkah tersebut dilakukan, karena mereka beranggapan bahwa abu sisa pembakaran jerami bisa menyuburkan tanah. ”Padahal anggapan tersebut keliru dan salah menurut Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Kementerian Pertanian,” ujar Arman.

Sejalan dengan Arman, Ichtiar selaku anggota tim menambahkan, bahwa pembakaran jerami dapat menyebabkan berbagai macam dampak yang serius terhadap lingkungan. “Karena itu perlu ide dan gagasan yang dapat menghentikan pencemaran lingkungan dari hasil pembakaran jerami yang sering dilakukan oleh masyarakat,” terangnya.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan dari penelitian Sri Utami dkk (2020), bahwa dampak dari pembakaran jerami akan membuat produktivitas padi menurun, menghasilkan polusi asap dan mencemari lingkunganm serta menyebabkan gangguan pernapasan akibat asap yang dihasilkan.

Oleh karena itu, tim PKM-K UNM memanfaatkan jerami menjadi dua buah produk yaitu bantal sofa dan bantal tidur orthopedic. Kedua jenis produk tersebut dilengkapi aromaterapi dari daun mint.

Ainun selaku anggota menjelaskan bahwa penambahan aromaterapi daun mint pada kedua produk bantal itu dikarenakan manfaat dari daun mint sendiri yang mampu melegakan saluran pernapasan menjadi normal kembali. ”Sebab daun mint memiliki khasiat inflamasi, yang bisa melegakan saluran pernapasan dan menambah rileksasi. Daun ini mengandung ester yang dapat memudahkan tidur, sehingga menurunkan insomnia ketika dikolaborasikan pada bantal tidur orthopedic. Landasan tersebut dikutip dari penelitian Kusnanto (2017),” jelas Ainun.

Fadillah yang juga sebagai anggota, mengatakan bahwa produk bantal sofa ini menggunakan kain motif khas Sulawesi Selatan. Dengan begitu, dapat kita bisa memperkenalkan motif kain khas Sulsel.

”Produk bantal sofa ini dihiasi dengan berbagai macam motif kain khas Sulawesi Selatan. Tujuannya agar para anak muda tetap mampu melestarikan kearifan lokal yang ada di Sulsel,” tandasnya.

Rayana selaku anggota tim, turut memberikan pendapatnya terkait produk bantal sofa dan bantal orthopedic dari jerami ini. Ia mengungkap, pembuatan produk ini bekerja sama dengan runner-up dua Duta Wisata Sulawesi Selatan, yang akan mengabarkan para anak muda Sulawesi Selatan untuk mengenal produk yang berbasis kearifan lokal.

“Produk ini bekerja sama dengan Dara Nuraliyah Patwa, runner-up dua Duta Wisata Sulsel sebagai ajang promosi untuk memperkenalkan motif kain tradisional yang ada di Sulawesi Selatan, khususnya bagi para anak muda,” terangnya. (rls)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini