Connect with us

Sulselbar

Polisi Amankan Dua Pasangan

Saat Gerebek Warkop yang Nyambi Prostitusi

-

BONE, BKM — Unit Reskrim Polsek Tanete Riattang melakukan penggerebekan pada salah satu warkop yang diduga kerap dijadikan sebagai tempat prostitusi.
Dari hasil penggerebekan kuat dugaan tempat dimaksud telah menjadi tempat prostitusi. Hal itu dibuktikan dengan diamankannya dua pasang yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kapolsek Tanete Riattang AKP A Ikbal yang ditemui mengatakan penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan banyaknya laporan masyarakat terkait maraknya tindak prostitusi di Kabupaten Bone di tengah pandemi covid- 19.
AKP A Ikbal mengatakan bahwa dari penggerebekan tersebut pihaknya menggunakan 2 pasang PSK yang juga bertindak sebagai mucikari.
“Ada dua pasang yang kami amankan kemarin, mereka berinisial HR (39) sebagai mucikari dan RS (26) sebagai pelayan warkop serta dua orang pasangannya berinisial AT (30) dan AH (40) yang bekerja sebagai sopir,” ujar A Ikbal, Sabtu (28/8).
Dari hasil interogasi pelaku sementara, kedua pelaku mengakui perbuatannya, uang hasil prostitusi dibagikan ke pemilik warkop (HR) yang juga sebagai mucikari.
“Dari pengakuan pelaku mengatakan satu kali ‘berhubungan’ tarifnya Rp 300 ribu, kemudian setengah dari uang tersebut diserahkan ke pemilik warkop karena menyediakan tempat yang berada di lantai dua warkop tersebut,”tambahnya
Dua pasangan yang diamankan kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Menurut Kapolsek pelaku yang bertindak sebagai mucikari telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 296 tentang prostitusi dengan ancaman hukuman 1,4 tahun penjara.
Dari hasil pantauan lokasi warkop tersebut memang berada di tempat yang sepi rumah penduduk. Warkop berada di tengah-tengah persawahan dan tidak berada di pinggir jalan poros melainkan masuk lorong sehingga terlihat cukup strategis untuk melakukan prostitusi.
Kini warkop tersebut dalam kondisi tertutup dan sepi, pihak kepolisian Tanete Riattang masih terus melakukan pemantauan dilokasi kejadian.
Sat Resmob Polres Bone juga mengamankan pelaku prostitusi online menggunakan aplikasi Mi Chat di sebuah kamar kost di Kelurahan Biru Kecamatan Tanete Riattang. Identitas perempuan berinisial (IM) berusia 30 tahun, dia diamankan polisi saat sedang melakukan transaksi menggunakan aplikasi.
Saat diamankan IM tak mampu mengelak sehingga langsung diamankan di Polres Bone untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ardy Yusuf yang ditemui mengatakan bahwa pelaku mengakui perbuatannya dengan menawarkan diri melalui aplikasi michat dengan tarif Rp.500 ribu sekali main.
“Kalau dari pengakuan pelaku, dia melakukan hal itu sudah sejak lama, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,”tandas AKP Ardy.
Polisi berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 300 ribu yang merupakan hasil prostitusi dan satu unit HP yang digunakan sebagai sarana.
(man)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini