Connect with us

Headline

Dipasok Napi Lapas Bolangi, Pensiunan Edarkan Sabu

Tujuh Orang Ditangkap, Satu Ibu Rumah Tangga

-

IST PENSIUNAN-Pelaku pengedar sabu yang diamankan Satres Narkoba Polres Gowa. Satu di antaranya pensiunan TNI.

GOWA, BKM — Seorang pensiunan TNI kini harus berurusan dengan polisi. Mu yang berusia 54 tahun dibekuk polisi pada Sabtu malam (11/9) pukul 22.10 Wita di BTN Paopao Permai, Kelurahan Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Lelaki yang sudah memasuki masa purnabakti itu bakal menjalani masa hidupnya di balik jeruji besi. Ia terancam dijerat pasal sebagau pengedar narkoba jenis sabu-sabu.
Mu tak sendirian. Ia menjalani bisnis ilegal itu bersama dua orang kurirnya, masing-masing MY (39) dan Sa (31). Dalam pemeriksaan polisi, Sa mengaku mendapatkan pasokan sabu dari seorang napi sebagai bandar besar ini. Ia kemudian bekerja sama dengan Mu serta MY.
Mu sendiri mengaku memperoleh sabu dari FD, seorang napi di Lapas Narkotika Bolangi. Ketika dicokok polisi pada Sabtu malam, polisi mendapati barang bukti sabu seberat 21,82 gram dari Mu. Serbuk bening tersebut dikemas dalam tiga saset plastik.
Kasatres Narkoba Polres Gowa AKP Syaharuddin didampingi Kasubag Humas AKP Mangatas Tambunan merilis pengungkapan kasus ini di pelataran mapolres, Senin siang (13/9). Disebutkan bahwa dalam kasus ini berhasil diamankan tujuh terduga pelaku. Satu di antaranya adalah purnawirawan TNI. Ada pula seorang perempuan. Total sabu yang disita dari tujuh pelaku ini seberat 30,8 gram. Termasuk 21,82 gram milik Mu tersebut.

“Tujuh terduga pelaku diamankan dari beberapa lokasi di Gowa maupun Makassar. Mereka ditangkap setelah petugas menyelidiki aksinya hingga saat bertransaksi. Jadi ada tujuh orang selain Mu, Sa dan MY. Masing-masing MAM (32), YJ (54), RA (35), dan seorang perempuan HK (34) masing-masing sebagai pengedar. RA dan Sa merupakan residivis dalam kasus yang sama,” ungkap AKP Syaharuddin.
Kepada polisi yang memeriksanya, mereka mengaku beraksi dengan modus menggunakan rumah dan sekitarnya sebagai tempat transaksi. Alasannya karena terhimpit ekonomi serta teriming-iming keuntungan besar dari bandar.
”Ternyata bandarnya adalah napi di Lapas Bolangi dan di Sapiria, Makassar. Sementara kita selidiki jaringannya, ” jelas AKP Syaharuddin.

Kasubag Humas AKP Mangatas Tambunan menambahkan bahwa para pelaku mengedarkan sabu dengan cara mengikuti petunjuk bandar utama yang berada di lapas. Kemudian menempatkan pesanan sabu di satu lokasi. Selanjutnya pemesan mendatangi tempat tersebut.

“Keuntungan para pelaku setelah mengedarkan sabu berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp 5 juta. Di antara mereka ada yang merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2021, yakni RA dan SA yang merupakan residivis tahun 2018. Sementara yang mantan anggota itu baru pensiun pada Februari 2021 lalu. Yang jadi incaran kami saat ini adalah dua bandar yang ternyata napi di lapas. Keduanya adalah FD dan BU,” ungkap AKP Mangatas Tambunan.

Terpisah, perempuan HK yang menjadi tersangka dan merupakan seorang ibu rumah tangga, mengaku mendapatkan sabu dari para kurir yang ada di Sapiria, Makassar. Ia kemudian memasarkan sabu tersebut setelah dikemas dalam saset kecil-kecil.

“Saya dikenal para kurir karena sudah tiga kali memasuki lokasi tersebut. Para kurir langsung menawarkan sabu kepada saya kemudian terjadi transaksi. Setelah mendapatkan sabu seberat 3 gram, saya kemudian bawa pulang ke rumah. Selanjutnya saya pecah menjadi puluhan saset. Kemudian saya edarkan ke pelanggan seharga Rp100 ribu per saset,” terang HK.

Karena perbuatan mereka, polisi menjeratnya dengan Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun hingga seumur hidup. (sar)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini