Connect with us

Kriminal

OPM Tuntut Transparansi

Terkait Dugaan Korupsi DAK Enrekang

-

BKM/RAHMAT DEMO -- Kepala Seksi C Bidang Intelijen Kejati Sulsel, Irwan Somba, menerima pernyataan sikap aktivis dari OPM yang melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Kejati Sulsel, Senin kemarin.

MAKASSAR, BKM — Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Persatuan Mahasiswa (OPM), melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Senin (13/9).

Mereka menuntut kepada pihak Kejati Sulsel terkait penyelesaian penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan bendungan pipa jaringan air baku Sungai Tabang, di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang. Dimana diketahui, proyek tersebut dikerjakan dengan menggunakan anggaran DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2015 sebesar Rp39 miliar.
”Kami menuntut kepada pihak Kejati Sulsel agar segera menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek dana DAK Rp39 miliar di Kabupaten Enrekang,” ujar Ilham Arief dalam orasinya.

Tak hanya itu saja yang mereka sampaikan dalam orasinya. Mereka juga menuntut agar pihak Kejati Sulsel bersikap transparan dalam penanganan perkara tersebut. Selain kasus tersebut, mereka juga mengadukan soal sejumlah dugaan tindak pidana korupsi yang marak di Kabupaten Enrekang.
Sementara Kepala Seksi C Bidang Intelijen Kejati Sulsel, Irwan Somba, ketika menerima dan menemui massa aksi dari OPM tersebut, mengatakan, penyidikan perkara itu telah dihentikan penyidikannya atau di SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).

”Di SP3 karena ahli bersama tim penyidik yang turun ke lapangan, tidak menemukan adanya indikasi kerugian negara dalam proyek tersebut,” kata Irwan Somba.
Dengan tidak ditemukannya kerugian negara dalam penyidikan kasus tersebut, sehingga patut dianggap jika perkara itu untuk tidak ditindaklanjuti. Kecuali ada ditemukan bukti-bukti baru dalam kasus itu.
Terkait penghentian kasus tersebut, mereka (OPM) lanjut Irfan Arif dalam orasinya menuntut agar pihak Kejati Sulsel mau memperlihatkan bukti SP3 kasus tersebut.
”Kami minta bukti surat SP3-nya ditunjukkan, kalau memang kasus ini dihentikan,” kata Irfan Arif. (mat)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini