Connect with us

Kriminal

Pelarian Pemanah Warga Pampang Hingga Tewas Terhenti

-

MAKASSAR, BKM — Pelarian Andi Alfian (18) yang merupakan pelaku pembunuhan warga Pampang, Kecamatan Panakkukang tahun 2020 lalu, terhenti. Petugas kepolisian dari tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar dipimpin Kanit Jatanras, Iptu Afhi Abrianto, mengendus keberadaan pelaku yang sedang pulang ke rumahnya.
Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Afhi Abrianto, mengungkapkan, Andi Alfian yang menyebabkan korban seorang warga Pampang meninggal dunia akibat panah yang dilesakkan ke leher korban.

”Jadi Alfian ini dalam catatan kepolisian, ia kala itu terlibat tawuran dengan kelompok warga di sekitar Pampang, Kecamatan Panakkukang. Saat kedua kelompok saling serang. Andi Alfian melepaskan anak panah dan panah itu tertancap di leher korban dan mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkap Kanit Jatanras, Minggu (12/9).
Lebih lanjut Iptu Afhi menjelaskan, petugas kepolisian saat peristiwa tawuran tahun 2020 lalu tiba di lokasi dan membubarkan tawuran yang merenggut nyawa itu.

”Saat petugas datang ke lokasi tawuran, langsung melakukan pembubaran tawuran kelompok. Diperoleh informasi bahwa ada seorang warga dari insiden itu meninggal dunia akibat terkena panah. Petugas kepolisian kemudian menyelidiki,. Setelah pelaku pemanah korban teridentifikasi, kemudian keberadaan pelaku diselidiki dan diketahui tengah berada di rumahnya. Hanya saja saat pengejaran berlangsung, pelaku (Andi Alfian) berhasil meloloskan diri dengan cara melompat ke atap rumah warga saat itulah tidak ditemukan. Namun terus dilakukan perburuan,” jelas Kanit Jatanras.
Setahun sudah kejadian itu, diperoleh informasi menyebutkan bahwa pelaku (Andi Alpian) yang sebelumnya kabur, ditengarai kembali ke rumah orangtuanya.

”Kami setelah mendapat informasi Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pembunuhan di Pampang tengah berada di rumahnya, dengan cepat kami ke Pampang. Di sana kami lebih dulu memblokade wilayah itu agar pelaku tak lagi meloloskan diri. Alhasil, pelaku pun berhasil diringkus pada Jumat (10/9). Selanjutnya pelaku digelandang ke Mapolrestabes Makassar untuk diperiksa,” kata Kanit Jatanras lagi.
Menurut penuturan pelaku, tambahnya, pelaku mengakui perbuatannya bahwa betul dirinya yang memanah korban saat terlibat tawuran pada tahun 2020 lalu.

”Pelaku mengakui perbuatannya bahwa dirinya melepaskan anak panah saat terlibat tawuran. Anak panah yang dilepaskan pelaku melesak di leher korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Saat kabut, pelaku mengaku tengah bersembunyi di Palopo selama setahun. Kini, pelaku meringkuk di sel Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tandas Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, Iptu Afhi Abrianto. (ish/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini