Connect with us

Headline

Setiap Tantangan Besar Itu Saya Suka

Bakal Calon Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa,MSc

-

PROF Dr Ir Jamaluddin Jompa, MSc menjadi satu dari delapan bakal calon rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2022-2026. Apa yang menjadi alasan sehingga maju di bursa pencalonan, dan apa yang akan dilakukannya jika kelak diberi amanah untuk memimpin Kampus Merah? Ia memaparkannya ketika menjadi narasumber di studio podcast BKM untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Senin (13/9).

”Ada beberapa alasan utama yang mendasari untuk mencalonkan diri sebagai rektor Unhas. Tapi cukup tiga ini yang saya jelaskan,” ujarnya mengawali dialog.

Menurutnya, program pergantian pemimpin untuk Unhas ini merupakan panggilan almamater baginya. Ini adalah panggilan seorang ”ibu”, di mana Unhas secara alamiah dan profesionalisme harus memiliki seorang pemimpin. Prof JJ –sapaan akrabnya– mengibaratkan Unhas sebagai kapal besar yang memerlukan seorang kapten. “Ketika kaptennya selesai bertugas untuk periode sebelumnya, maka harus ada kapten baru,” tuturnya kepada Andi Rustan selaku host.
Sebagai masyarakat dan keluarga besar Unhas yang memenuhi syarat sebagai pemimpin, diharapkannya mempersiapkan diri untuk menjadi kapten atau pimpinan universitas. Dirinya merasa terpanggil untuk menjadi seorang kapten dalam kapal besar tersebut. Selain itu, ia mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor karena pilihan pribadi.
Ia mengaku, walaupun banyak yang memenuhi syarat sebagai pemimpin, namun tidak semuanya menjadikan hal tersebut sebagai prioritas. “Barangkali ada yang lebih fokus untuk melanjutkan penelitian dalam laboratorium dan seterusnya,” ujarnya.

Baginya, dengan pengalaman yang dimiliki, mulai dari penelitian, pernah menjadi pimpinan dalan mitra bahari, pernah tergabung dalam kementerian, sempat berperan sebagai dekan di kelautan (Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan), dan saat ini menjadi seorang dekan Sekolah Pascasarjana, sehingga ia merasa bahwa ini adalah saat yang tepat ia mewakafkan diri untuk terjun langsung memimpin Unhas.
Prof JJ merasa tertantang untuk mengemban amanah sebagai seorang rektor untuk kampus yang telah membesarkannya. Ia menyadari bahwa tantangan Unhas di masa mendatang tidaklah kecil. Pemimpin-peminpin Unhas sebelumnya telah menata dan mengembangkan Unhas menjadi universitas terbaik pada zamannya.

“Prof Dwia (rektor sekarang) akan menyelesaikan tugasnya tahun depan dan itu juga telah meletakkan posisi Unhas yang kelihatan sekali mulai take off dengan begitu banyak prestasi. Saya melihat ini tantangan yang sangat besar untuk melanjutkan melajunya kapal besar ini. Setiap tantangan besar itu saya suka,” tandasnya.
Ia berseru bahwa hidup ini hanya sekali, dan ini merupakan kesempatan bagi dirinya untuknya mengasah leadership untuk organisasi sebesar Unhas. “Saya kira tentu selalu ada keinginan untuk menjadi bagian dari anak bangsa untuk memajukan bangsanya menjadi bangsa yang adil, makmur, unggul, mandiri, sejahtera, dan disegani bangsa lain,” jelasnya
Untuk mencapai tujuannya tersebut, tentunya Prof JJ telah mempersipkan diri untuk melangkah maju.
Ia merasa telah ditempa mulai dari sekretaris jurusan hingga berperan dalam level nasional dan internasional. Persiapan tersebut sudah cukup baginya untuk yakin dan percaya diri bisa membawa Unhas menggapai cita-cita dan memajukan kampus untuk mencapai kejayaannya di masa mendatang.
“Jadi persiapan dalam arti telah melalui proses yang cukup panjang, berliku, dan berat dengan tantangan-tantangan yang dihadapi. Insyaallah saya siap untuk melanjutkan pengembaraan untuk membawa Unhas menjadi lebih baik lagi dari yang sekarang,” terangnya.

Ada sebuah harapan yang cukup besar bahwa Prof Jamaluddin Jompa menginginkan Unhas berperan lebih luas lagi. Menurutnya, sejauh ini Unhas terbilang telah berperan cukup lama dalam skala nasional. Bahkan saat ini, Unhas sudah harus berkontribusi secara global. Hal tersebut sesuai dengan visi Unhas yang berbasis benua maritim Indonesia.
“Artinya, kontribusi Unhas untuk mengembangkan sumber daya manusia, insani, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, inovasi, dan seterusnya untuk supaya Indonesia ini betul-betul utuh dalam suatau kesatuan darat, laut, dan udara dalam konteks benua maritim Indonesia,” tandasnya.
Prof JJ berharap peran nasional itu semakin matang, tetapi tidak melupakan Indonesia sebagai benua maritim yang memiliki posisi geografis yang sangat penting untuk dunia. Banyak hal-hal yang tidak dimiliki negara lain tetapi ada di Indonesia.Banyak sumber obat dari lautan Indonesia yang dapat berkontribusi untuk memberi solusi pada masalah-masalah dunia.
“Saya kira itu akan membuat Unhas bukan hanya untuk menjadi kebanggaan dan dikenal, tetapi juga memberi manfaat yang besar bukan hanya untuk masyarakat Indonesia tapi juga untuk masyarakat dunia,” imbuhnya.
Hal tersebut yang menjadi motivasi untuk mengawal Unhas menuju pencapaian cita-citanya.
Sebagai rektor tentu tidak lagi akan membawa nama fakultas karena akan memimpin seluruh disiplin ilmu dan seluruh fakultas. Untuk itu, Unhas yang membawa visi benua maritim Indonesia maka terdapat ciri khas, di mana seluruh fakultas akan terjun.

“Misalnya Fakultas Kedokteran, kita akan mengarah kepada bagaimana menyelesaikan masalah-masalah penyakit yang terkait dengan tropical seperti malaria. Bagaimana kita menemukan obat-obatan dari laut dan seterusnya. Semua dimensi yang kemudian kita memiliki kekhasan, baik nasional maupun internasional, sehingga pemahaman saya sebagai ilmu kelautan itu akan memberi kontribusi yang mungkin signifikan terhadap bagaimana mengajak seluruh fakuktas yang ada untuk memperkaya dimensi kamatiriman di dalam keilmuannya,” terangnya lagi.

Menurutnya, di dunia ini tidak ada lagi monodisiplin yang menjadi solusi terhadap masalah yang kompleks. ”Karena masalahnya kompleks, maka penyelesaiannya harus inter atau intra disiplin. Oleh karena itu, mudah-mudahan dengan background saya itu akan semakin memperkaya nuansa kemaritiman di setiap disiplin ilmu, disamping ilmu-ilmu yang sudah berkembang. Itu berarti kita memperkuat jati diri Indonesia sebagai negara kepulauan,” katanya.
Diakui Prof JJ, bagaimanapu juga pimpinan itu penting. Tapi yang jauh lebih penting adalah potensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh Unhas. Jumlah dosen Unhas lebih kurang 1.800 atau mendekati 2.000 orang. Mahasiswanya berjumlah lebih dari 30.000. Potensi besar ini akan sangat dahsyat jika perannya dioptimalkan. Untuk itulah dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat mendinamisasi dan mengoptimalkan potensi sumber daya manusia yang ada tersebut. Tentunya berbarengan dengan potensi aset, jejaring, dan stakeholder yang dimiliki Unhas sehingga akan strategis dilakukan agar semakin memperkuat keberadaan seluruh sdm dan mitra-mitra yang dimiliki Unhas untuk tujuan yang lebih banyak lagi.
“Semua ini akan sangat potensial untuk memberi solusi pada pembangunan masyarakat, kendala yang dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah, dan berkontribusi pada masalah-masalah bangsa,” jelasnya.
Salah satu yang menjadi impian Prof Jamal untuk Unhas ke depannya adalah ketika menyebut Indonesia Timur dan Indonesia Barat, terdapat hal yang sangat fundamental, yaitu gap secara ekonomi terlalu besar. Menurutnya, dibutuhkan universitas selevel Unhas untuk memberi kontribusi nyata guna masalah-masalah secara detail dan memberi kontribusi berupa penyelesaian atau solusi strategi, kemudian ikut serta dalam mendorong kesejahteraan ekonomi Indonesia Timur berbasis SDM yang kuat dan penguasaan teknologi dan inovasi yang mumpuni.

Bagaimana dengan kesejahteraan pegawai dan keberpihakan terhadap mahasiswa? Kembali Prof JJ mengibaratkan bahwa Unhas adalah kapal besar, maka kesejahteraan warga kapal tersebut ditentukan oleh bagaimana masyarakatnya membawa kapal ini agar lebih produktif. Kesejahteraan tersebut adalah dampak ketika pemimpin dapat membawa universitas tersebut untuk mencapai target-targetnya dengan organisasi tata kelola yang modern dan bekerja sama dengan cerdas. Dengan begitu, universitas dapat mencapai banyak hal, termasuk penguatan kemampuan finasial.
“Karena kita tidak bisa mengatakan nanti kita tingkatkan kesejahteraannya. Tunggu dulu, kesejahteraan dari mana?” tandasnya

Untuk itu, Prof Jamaluddin akan mengajak seluruh pihak untuk berimprovisasi dan berinovasi bekerja cerdas untuk mengasah kemampuannya. “Karena PTN-BH kelebihannya adalah kita memiliki fleksibilitas di dalam mengembangkan sistem revenue dan entrepreneurship. Di sinilah pentingnya seorang pemimpin untuk memastikan teamwork di dalam kepemimpinan ini memiliki kemampuan dalam entrepreneurship untuk memperkuat kemampuan universitas guna mendapatkan revenue yang sah dengan jumlah yang signifikan. Itulah yang menjadi dasar keinginan untuk bisa lebih sejahtera,” jelasnya.
“Ke depannya, PNS akan menjadi pegawai PTN-BH, bukan lagi ASN. Tapi bukan berarti kita akan ditinggalkan oleh negara, tetapi dituntut oleh negara untuk lebih mandiri sehingga universitas ini tidak terlalu membebani masyarakat dan negara,” tandasnya.

Sementara untuk mahasiswa sebagai anak didik, Prof Jamal sangat berharap mahasiswa akan mendapatkan kesempatan dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk mengejar cita-cita mereka. “Karena ke depannya kompetisi global sangat terbuka. Kalay kita tidak menyiapkan anak kita dengan kapasitas dan kemampuan yang mumpuni, maka mereka akan sulit berkompetisi di dunia kerja atau dunia nyata,” jelasnya.

Oleh sebab itu, mahasiswa harus mendapat layanan akademik yang sebaik-baiknya. Untuk pembelajaran, tentu mengikuti kebijakan-kebijakan pemerintah, seperti merdeka belajar. “Itu semua akan kita pacu dengan kecepatan yang tinggi dengan kualitas yang lebih bagus. Softskill sangat penting sehingga mahasiswa dipacu dalam berorganisasi untuk mendapatkan kemampuan teamwork. Mereka dipacu untuk dapat beradaptasi dengan kondisi sekitarnya. Dipacu untuk menguasai bahasa, komputer, apapun bidangnya. Bahkan entrepreneurship mereka harus dipacu di era digital seperti sekarang ini. Kita berharap bahwa mereka tidak akan menjadi beban dan sumber masalah. Tapi justru menjadi sumber solusi untuk diri sendiri dan masyarakat sekitarnya,” teran Prof JJ. (pkl)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini