Connect with us

Sulselbar

Golkar Enrekang Terancam Gaduh, Jika Menolak MB

-

ENREKANG, BKM–Partai Golkar Enrekang terancam gadung manakala Golkar Sulsel ikut campur, bahkan menolak Muslimin Bando (MB) untuk ikut pada musyawarah daerah (musda) X pekan depan.

Kondisi ini imbas persaingan empat bakal calon ketua Golkar Enrekang masing-masing MB sebagai petahana, mantan Ketua DPRD Enrekang Andi Nasir, pengusaha Irian Jaya Irfan dan mantan anggota DPRD Sulsel Andi Tenri Sose.
Tanda-tanda Golkar Enrekang tarancam gaduh lantaran adanya ancaman pimpinan kecamatan (pincam) Golkar di Enrekang yang siap mundur manakala bukan MB yang kembali menahkodai partai besutan Airlangga Hartarto di Bumi Massenrempulu.
Seperti yang disampaikan Ali Honda pincam Kecamatan Curio dam Asis Palondongan pincam Kecamatan Baroko yang siap mundur sebagai kader jika bukan MB yang kembali jadi ketua Golkar.
“Jika bukan pak H Muslimin Bando yang jadi ketua Golkar lagi, saya akan mengundurkan diri sebagai kader Golkar,”tegas Ali Honda, Selasa (14/9).

Menurutnya, kepemimpinan MB menahkodai Golkar Enrekang periode lalu sudah terbukti. Ia berhasil memenangkan beberap perhelatan demokrasi di Bumi Massenrempulu, salah satunya pemilihan legislatif (pileg) Enrekang lalu. Dimasa kepemimpinanya ia berhasil merebut kursi ketua DPRD Enrekang dari tangan Partai Amanat Nasional (PAN).
“Di periode lalu Pak H Muslimin Bando sudah terbukti karena berhasil mendudukan kader Golkar sebagai ketua di DPRD Enrekang yang sebelumnya dijabat kader PAN,”ujar Ali Honda.
Ia mengatakan,begitupun sebaliknya waktu MB jadi ketua PAN sebelum jadi ketua Golkar ia berhasil merebut kursi ketua DPRD Enrekang dari tangan Golkar.

“Kalau Golkar mau besar di Enrekang, maka pak MB yang jadi ketua. Karena dimana partai dia pimpin pasti dia akan memenangkan pileg,”jelas Ali.
Hal senada juga sampaikan Liman, salah satu kader Golkar kecamatan Malua yang juga akan mundur jika BM tidak terpilih sebagai ketua Golkar nantinya jelang musda.
“Kalau bukan pak bupati Enrekang yang jadi ketua saya akan mengudurkan diri sebagai kader Golkar,”singkat Liman dibalik telpon genggamnya.

Hal sama disampaikan mantan anggota DPRD Enrekang dua periode, Nurman Amir Eran Batu bahwa dari empat figur, yang layak menahkodai Golkar Enrekang yakni MB. Alasannya, selama menahkodai Golkar Enrekang, MB berhasil memenangkan beberapa pemilu, salah satunya pada pemilihan legislatif (Pileg) Enrekang lalu.
MB berhasil merebut kursi ketua DPRD Enrekang dari tangan Partai Amanat Nasional (PAN) pada periode lalu.
“Buktinya periode lalu DPRD Enrekang yang ketua dari PAN. Setelah pak Muslimin Bando ketua kemarin,beliau mampu rebut kursi ketua DPRD Enrekang dari PAN ke Golkar,”kata Nurman.

Ia mengatakan,ditangan MB selama memimpin Golkar lalu tidak bisa lagi disembunyikan keberhasilanya memenangkan pileg lalu. Itu harus diakui. “Tidak ada lagi kata ABCD karena sekarang tidak bisa lagi disembunyikan keberhasilanya orang.Kita harus akui keberhasilan orang kerena ini fakta,lanjutkanpak MB sudah terbukti,” ujarnya.(suka/rif/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini