Connect with us

Sulselbar

Keluarga Dapat Izin Bongkar Makam Covid-19

-

BONGKAR -- Titik lokasi bekas makam pasien Covid-19 yang dibongkar dan dipindahkan oleh pihak keluarganya

PINRANG, BKM — Kasus pembongkaran makam Covid-19 di Kabupaten Pinrang terus menyita perhatian masyarakat setempat maupun petugas. Sejuh ini pihak keluarga almarhum JJ yang sempat dibongkar dan dipindahkan jasadnya sudah mendapat izin dari pihak terkait.

Salah satu perwakilan keluarga Thendra, anak pemilik makam pasien Covid-19 mengakui membongkar makam ibunya di pekuburan Covid- 19 di Kecamatan Paleteang Kabupaten Pinrang pada Jumat (10/9) akhir pekan lalu.
Thendra mengaku membongkar makam jenazah ibunya itu karena sering memimpikan ibunya tenggelam.
“Saya sering memimpikan ibu saya tenggelam, makanya saya ambil jenazahnya untuk dimakamkan di tempat yang layak,” ujar Thendra, kepada BKM Selasa, (14/9).

Ia mengatakan, kalau lokasi pemakaman Covid-19 di Carawali, Kecamatan Paleteang, itu tidak layak. ” Pada saat ibu saya dimakamkan, tanahnya becek dan berair. Ibu saya dimakamkan dalam keadaan lubang makam yang berair. Jenazah ibu saya tenggelam. Pokoknya tidak layak untuk dijadikan tempat pemakaman di situ,” jelasnya.
Sebelum ibunya dinyatakan Covid-19, ibunya sempat dirawat di rumah sakit, karena ada penyakitnya. “Ada penyakit asma dan sempat dirawat di RS Stella Maris Makassar dan dinyatakan Covid-19,” ujarnya
Thendra mengaku tidak mengetahui jika pembongkaran jenazah Covid-19 dilarang dan dapat dipidana. “Saya tidak tahu. Saya pikir karena Ibu saya sudah meninggal sebulan lalu, jadi sudah bisa dipindahkan,” tuturnya.
Ia juga sudah merencanakan untuk memindahkan jenazah ibunya dan selalu menanyakan hal itu kepada Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 Kabupaten Pinrang.
“Saya selalu tanya ke mereka, kalau mau di pindahkan, ke mana saya harus bersurat. Namun, jawabannya selalu tidak tahu,” paparnya.

Sebelum membongkar jenazah ibunya itu, ia sudah mendapat izin dari pihak Tim pemulasaran jenazah Covid-19. Namun, Thendra tidak mau membeberkan siapa nama yang mengizinkannya untuk melakukan pembongkaran tersebut.
“Saya tanya ini kan sudah sebulan ibu saya dimakamkan. Saya mau pindahkan saja. Lalu, pihak mereka bilang terserah Bapak. Tapi kalau nanti ada apa-apa, bukan tanggung jawab mereka,” jelasnya.
Kadis Sosial Kabupaten Pinrang, Rusli mengatakan dirinya dilakukan pemanggilan oleh pihak kepolisian terkait dugaan kasus pembongkaran makam tersebut.

“Benar, saya dipanggil sebagai saksi oleh penyidik terkait dugaan pembongkaran makam Covid-19,” tandas Rusli usai diperiksa polisi di Mapolres Pinrang, Senin (13/9) kemarin.
Rusli menambahkan dirinya belum tahu persis kapan dilakukannya pembongkaran makam tersebut.
Sebelumnya Kapolres Pinrang AKBP Arief Sugihartono mengatakan terkait kasus tersebut pihaknya masih sementara mendalami. (ady/C)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini