Connect with us

Sulselbar

Penipu Beras dan Elpiji Disel

-

DITANGKAP -- Para pelaku saat diamankan di Mapolsek Toili usai diringkus sebelum akhirnya diterbangkan ke Mapolres Luwu baru-baru ini.

BELOPA, BKM — Aparat kepolisian Polres Luwu menggiring tersangka penipu penggelapan beras 29 ton dan 19 buah tabung elpiji senilai Rp 243 juta lebih di Kelurahan Padang Subur Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu beberapa waktu lalu.

Operasi penangkapan dipimpin KBO Reskrim Polres Luwu Ipda Yakobus R. bersama Unit Tipiter dan Resmob Sat Reskrim Polres Luwu di Desa Gonggong Kecamatan Banggai Tengah Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis ( 9/9) lalu.

Informasi yang berhasil diliput di lokasi kejadian menyebutkan awalnya JU (42) dan RL (41) adalah Pasutri asal Desa Gonggong Kecamatan Banggai Tengah Kabupaten Banggai Laut Sulawesi Tengah berpura-pura mengaku sebagai pedagang beras dan menjalin hubungan kerjasama dengan korban Yeti (39) dalam hal bisnis jual beli beras
Setelah kerjasama berjalan, pelaku meyakinkan korban dengan melakukan pembayaran terhadap harga beras milik korban yang telah diambil sebelumnya, sehingga saat itu korban percaya dengan pelaku.
Setelah adanya kepercayaan dalam kerjasama tersebut pelaku melakukan aksinya dengan melakukan pengambilan beras secara bertahap hingga mencapai 29 ton serta beberapa tabung elpiji. Pelaku tidak melakukan pembayaran beras serta tabung dan menghilangkan jejak dengan tidak menjalin hubungan komunikasi dengan korban
Korban Yeti (39) ke Polres Luwu melapor dengan LP Nomor : LP/ B/ 96/ VIII/2021/ Polda Sulsel / Res Luwu/ SPKT tanggal 20 Agustus 2021 perihal dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Jon Paerunan mengatakan setelah dilakukan lidik dan sidik kemudian dilakukan penangkapan terhadap pelaku di Luwuk Banggai dengan menempuh perjalanan darat selama 14 jam. Pelaku diamankan ditemoar persembunyiannya di rumah kost dan digiring ke Mako Polsek Toili lalu dipindahan ke Mapolres Luwu untuk penyidikan.

Kapolres Luwu AKBP Fajar Fani Susanto mengatakan motif pelaku adalah mengambil keuntungan dari hasil penjualan harga beras dan tabung elpiji tersebut.
Menurut Fajar dirtangna para pelaku, polisi berhasil menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp 26 juta lebih dan barang elektronik serta peralatan rumah tangga yang dibeli menggunakan uang milik korban. Pelaku dijerat pasal 378 KUHP jo Pasal 372 KUHP. (rls)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini