Connect with us

Sulselbar

Tak Ditemui Kajari, Demonstran Blokir Jalan

-

BLOKIR -- Para demonstran memblokir jalan sambil berorasi menyesalkan sikap Kajari Bantaeng yang enggan menemui mereka, Selasa (14/9).

BANTAENG, BKM — Demonstran dari gabungan LSM dan masyarakat Desa Pattallassang, Kecamatan Pa’jukukang memblokir jalan nasional Depan Kantor Kejari Bantaeng, Selasa (14/9).

Arus lalu lintas, baik dari arah Makassar – Bulukumba maupun sebaliknya, terpaksa dialihkan ke jalur alternatif (jalan perkantoran) yang ada di depan kantor kejaksaan. Pemblokiran ini berlangsung pukul 11.30 Wita.
Andi Yusdanar Hakim, salah seorang orator aksi, mengatakan, tindakan tersebut dilakukan karena terpaksa. “Kami memblokir jalanan ini karena terpaksa”, katanya.

Selaku aktivis LSM yang kerap menggelar aksi demonstrasi, Yusdanar mengaku, sangat menyesalkan sikap Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng, Dedyng Wibianto Atabay. Pasalnya, kata dia, sebelumnya, pihaknya sudah dua menggelar aksi serupa tapi tidak ada penyelesaian atas tuntutan yang diajukan.
Aksi yang sudah ketiga kalinya dilakukan Yusdanar dan kawan-kawan ini, masih mengusung agenda tentang kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh Kepala Desa Pattallassang, Subhan.
Sebelum aksi ketiga ini dilakukan Yusdanar, ada aksi “tandingan” yang digelar komunitas atas nama masyarakat Desa Pattallassang, Senin (13/9). Mereka datang membela Kepala Desanya dengan mengatakan, sang Kades tidak korupsi dan sudah bekerja dengan baik.

Jenderal Lapangan Pemuda Masyarakat Pattallassang Bersatu, Yuliana Sahar, menyatakan, menolak segala bentuk provokasi yang dilakukan oleh oknum LSM atau pemuda yang mengatasnamakan dirinya sebagai pemuda Pattallasang.
Terkait pemblokiran jalan, sejumlah petugas pengamanan dari Polres Bantaeng, menyayangkan hal ini. Seharusnya, kata salah seorang personel Polres Bantaeng berpangkat IPTU, pemblokiran ini tidak perlu terjadi, seandainya mereka diterima oleh Kajari untuk berdialog.

Ditemui sesaat setelah membubarkan diri, Yusdanar, mengatakan, dia bersama rekan-rekannya secara sadar membubarkan diri pukul 13.00 Wita. “Setelah lebih satu jam kami memblokir jalan, kami dengan sadar membubarkan diri karena Kajari tidak kunjung menemui kami”, sesalnya. (wam/C)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini