Connect with us

Gojentakmapan

Dosen PLS FIP UNM Latih Warga Ujung Baji Cegah Stunting

-

PLS FIP UNM melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Minggu (22/8/2021) lalu.

TAKALAR, BKM — Dosen Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (PLS FIP UNM), Prof. Dr. H. Syamsul Bakhri Gaffar, M.Si bersama Muhammad Asri S.Pd., M.Pd melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Minggu (22/8/2021) lalu.

Kegiatan ini diikuti 30 warga yang sebagian besar adalah kaum ibu-ibu. Menurut Prof. Dr. H. Syamsul Bakhri Gaffar, M.Si dalam pemaparan materinya, bahwa stunting pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita.

Stunting itu sendiri, kata Prof Syamsul, adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) seyogyanya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan dan kasus seperti ini kadang banyak ditemui di daerah pesisir.

Para pemateri dari PLS FIP UNM menyampaikan materinya di pelatihan tentang pencegahan stunting.

“Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Penyebab langsung adalah kurangnya asupan makanan dan adanya penyakit infeksi. Faktor lainnya adalah pengetahuan ibu yang kurang, pola asuh yang salah sanitasi dan hygiene yang buruk dan rendahnya pelayanan,” jelas Prof Syamsul.

Dosen PLS lainnya, Muhammad Asri S.Pd., M.Pd yang juga sebagai pemateri mengatakan salah satu faktor penyebab stunting karena masyarakat belum menyadari anak pendek merupakan suatu masalah.

Menurut dia, anak pendek di masyarakat terlihat sebagai anak-anak dengan aktivitas yang normal, tidak seperti anak kurus yang harus segera ditanggulangi.

“Demikian pula halnya gizi ibu waktu hamil, masyarakat belum menyadari pentingnya gizi selama kehamilan berkontribusi terhadap keadaan gizi bayi yang akan dilahirkannya kelak,”jelasnya.

Perserta pelatihan menyimak materi yang disampaikan dosen PLS FIP UNM.

Kepala Desa Ujung Baji, Dewagong Tawang pada acara pembukaan agar Jurusan PLS sering melakukan kegiatan semacam ini karena kegiatan ini memberi pencerahan pada masyarakat tentang pentingnya memperhatikan asupan gizi pada anak sejak dalam kandungan.

“Acara ini kami sangat support. Kami setiap saat siap memfasilitasi kegiatan semacam ini,” ujarnya.

Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yayasan Hasanuddin Institute, Hasanuddin yang menjadi mitra dalam kegiatan ini, mengatakan sangat senang bermitra dengan Jurusan PLS UNM karena sangat bermanfaat menambah pengetahuan dan keterampilan para orang tua tentang pentingnya memberikan asupan gizi yang baik pada anak sejak usia dini.

“Kami juga sering mensosialisasikan kegiatan seperti ini bersama kepala desa namun hasilnya belum maksimal sehingga kegiatan ini sangat membantu kami,” kata Hasanuddin.(rls)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini