Connect with us

Metro

Dua Oknum Polri Diamankan Pesta Sabu

-

BONE, BKM — Tim Satres Narkoba Polres Bone mengamankan enam orang penyalahgunaan narkotika Minggu lalu di Jalan Sulawesi Watampone. Dari enam orang yang diamankan, empat warga sipil sementara dua lainnya oknum anggota Polri yang bertugas di Polsek.

Kedua oknum anggota Polri tersebut berinisial AMR bertugas di Polsek Tonra, AMR diamankan saat pesta sabu bersama rekannya AF pada Minggu lalu sementara oknum SF bertugas di Polsek Tanete Riattang, diamankan pada Senin malam bersama tiga orang warga sipil berinisial WF, S dan U.
Kasat Narkoba Iptu Aswan Efendy yang ditemui membenarkan penangkapan dua oknum anggota Polri tersebut. Menurutnya keduanya ditangkap di lokasi yang berbeda.
“Penangkapan keduanya di tempat berbeda dan tidak berkaitan dengan penangkapan pertama dan yang kedua,” ujar Iptu Aswan.

Aswan menjelaskan dari hasil penangkapan oknum AMR, polisi menyita barang bukti berupa satu saset diduga sabu siap pakai sementara penangkapan SF tidak ditemukan barang bukti narkoba melainkan alat hisap (bong).
“Untuk berat BB yang diamankan penangkapan pertama belum diketahui beratnya, karena menunggu hasil labfor sementara penangkapan kedua tidak ada barang bukti hanya alat hisap yang habis dipakai,”jelasnya.

Dia menuturkan empat warga sipil telah diserahkan ke BNNK Bone untuk dilakukan asesmen karena tidak ditemukan barang bukti dan dua oknum anggota Polri di bawa ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Bone AKBP Ardiansyah mengatakan apabila kedua oknum tersebut terbukti maka akan diberikan sanksi tegas.
“Kalau terbukti, kami usulkan PTDH atau pemecatan,”tegasnya
Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi geram mengenai kabar keduanya oknum polisi yang bertugas di Polres Bone.
Dia meminta kepada Polda Sulsel dan Polres Bone transparan dan akuntabel apabila dua oknum kepolisian terbukti melakukan penyalahgunaan narkoba.

“Jangan sampai ada hal yang ditutupi dalam proses penegakan hukum kepada dua oknum yang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba. Peristiwa ini berdampak pada citra kepolisian, apalagi Polri saat ini telah dipercaya publik, jangan sampai ras kepercayaan publik menurun kepada Polri. Aparat kepolisian harus memberi contoh baik kepada masyarakat bukan justru sebaliknya,” ujar Andi Rio, Rabu (15/9).

Dia mengatakan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo jelas terang benderang meminta jajaran di institusi Polri dapat memberantas narkoba di indonesia, bukan justru sebaliknya ada oknum aparat kepolisian yang terlibat penyalahgunaan atau melindungi bandar narkoba.

“Narkoba menjadi musuh bersama bagi seluruh negara di dunia, karena dapat memberikan dampak yang sangat mengerikan bagi kehidupan, arahan dan perintah kapolri harus dapat diimplementasikan secara nyata bagi aparat kepolisian tanpa terkecuali,” ujarnya. (man/C)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini