Connect with us

Bisnis

Kelola Finansial Bersama Manulife. Muda Berinvestasi, Tua Menikmati Hasil

-

INVESTASI -- Tim marketing Manulife Indonesia menjelaskan kepada calon nasabahnya tentang beragam instrumen investasi yang dimiliki Manulife Indonesia dan benefit yang akan didapatkan nasabah.

HANDRIANI Tjatur Setijowati tidak pernah menyangka jika keputusannya menjada nasabah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) pada 20 tahun lalu, sangat membantu dalam memberinya ketenangan di saat sekarang. Terlebih di tengah kondisi serba sulit sebagai dampak pandemi Covid-19.
Wati–begitu Handriani Tjatur Setijowati akrab disapa–telah menerima manfaat berupa benefit dari kepesertaannya di Manulife Indonesia. Dia melakukan maturity claim atau klaim akhir kontrak di Manulife Indonesia.
Wati mempercayakan perlindungan diri dan keluarganya kepada Manulife Indonesia. Selama 20 tahun, dia menyisihkan sejumlah pendapatannya untuk membayar premi. Kepiawaiannya mengatur dan memenej keuangan, membuatnya mampu untuk menuntaskan masa kontraknya.
Wati pun berterima kasih kepada Manulife Indonesia maupun kepada agennya, Nurwasilatien yang telah berinisiatif mengingatkan dirinya mengenai maturity claim.
Setelah mengajukan dokumen sesuai dengan syarat dan ketentuan polis, proses klaim berjalan dengan baik dan lancar. Menurutnya, dana dari benefit ini bermanfaat untuk kebutuhan tak
terduga terutama di masa pandemi saat ini.
”Kita tidak tahu ke depannya seperti apa. Entah itu terjadi risiko atau kebutuhan mendadak. Asuransi ini sangat membantu saya dan keluarga menghadapi risiko maupun memberikan
ketenangan di masa depan,” ungkap ibu Wati.
Selain kepada Handriani Tjatur Setijowati, Manulife Indonesia sepanjang enam bulan pertama di tahun 2021, juga telah membayarkan maturit claim
kepada lebih dari 2.100 nasabah di Indonesia dengan nilai berkisar Rp440 miliar. Terkait Covid-19 Manulife
Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp262 miliar per 10 Juni 2021.

Perencanaan Keuangan Sedari Awal

Tidak ada seorang pun yang bisa memprediksi seperti apa kondisi perekonomian dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi paska pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 melanda dunia, di antaranya Indonesia.
Dimana, perekonomian di sejumlah negara yang terdampak Covid-19, termasuk Indonesia mengalami guncangan. Ini tampak dari adanya sejumlah perusahaan mulai dari yang berskala kecil hingga besar mengalami penurunan omzet maupun produksi. Bahkan, ada yang terpaksa tutup sama sekali.
Bagi pekerja yang harus dirumahkan, tentu menjadi sebuah pukulan berat. Apalagi, mereka yang tidak punya simpanan, baik berupa tabungan, deposito, maupun polis asuransi yang bisa menjadi ‘dewa penolong’ yang bisa digunakan untuk mencoba peruntungan lain agar dapat tetap membiayai kebutuhan sehari-hari keluarga.
Perencanaan keuangan sejak dini, memang perlu dilakukan. Karena itu bisa untuk mengantisipasi adanya kebutuhan atau pengeluaran secara tiba-tiba. Misal biaya pendidikan anak maupun untuk pengobatan.
Perencanaan keuangan setidaknya akan membantu meningkatkan cashflow dengan memantau pola dan sifat pengeluaran. Selain itu, untuk memantau keuangan mencakup penganggaran yang cermat dan pengeluaran yang bijaksana.
Namun sayangnya, masih banyak orang yang belum paham dan ada juga yang paham tapi abai tentang pentingnya mengatur keuangan. Sehingga ketika mempunyai uang, justru mereka membelanjakan semua uangnya untuk membeli barang yang tidak terlalu mendesak.
Semisal membeli mobil. Padahal, mobil ini ketika sudah keluar dari showroom saja, itu harganya sudah pasti turun. Belum lagi biaya perawatan miinimal setiap bulan dan pajaknya setiap tahun.
Mengelola keuangan itu memang tidaklah gampang. Paling tidak butuh kemauan kuat untuk mengerem sikap konsumtif. Terkadang keinginan untuk menyimpan atau menabung menggebu-gebu disaat tidak punya uang. Karena tentu merasakan betapa sulitnya untuk memenuhi suatu kebutuhan mendesak tapi tidak punya dana. Namun ketika uang sudah di tangan, keinginan menyimpan itu langsung hilang bak ditelan bumi.
Lantas mengapa harus merencanakan keuangan sejak dini. Setidaknya ada beberapa keuntungan yang bakal diperoleh ketika melakukan perencanaan atau pengelolaan keuangan secara baik.
Pertama, ada dana darurat. Setiap orang suatu saat pasti punya kebutuhan
sangat mendesak. Ketika kebutuhan tersebut tidak segera dipenuhi, maka bisa jadi akan menghambat untuk melakukan aktivitas.
Misal kebutuhan untuk berobat. Karena rasa sakit yang diderita, tentu akan menghambat dalam melakukan aktivitas keseharian. Dengan adanya dana darurat atau cadangan, kita tidak perlu lagi mencari kesana kemarin utangan.
Kedua, belajar untuk hidup teratur. Setiap orang pasti punya keinginan dan kebutuhan. Namun terkadang kita tidak bisa lagi membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Apalagi kalau keuangan sedang lancar-lancarnya.
Kita jarang mempertimbangkan jika suatu saat kita mengalami kesulitan keuangan. Dengan melakukan perencanaan keuangan sejak dini, maka itu akan mendorong kita untuk secara teratur memilah kebutuhan mana yang bisa ditunda dan mana kebutuhan harus dipenuhi saat itu.
Ketiga, meminimalisir risiko keuangan. Terkadang kita baru menyadari pentingnya memiliki simpanan meski dalam jumlah tidak terlalu banyak. Karena kadang ada kebutuhan yang nilainya kecil, tapi sering membuat pusing.
Seperti uang sekolah atau kuliah anak. Atau uang pembeli kuota misalnya. Apalagi dalam pola pembelajaran seperti sekarang yang menerapkan sistem daring atau dalam jaringan (online). Jadi setiap peserta didik harus punya kuota mencukupi untuk kelancaran proses belajarnya.
Keempat, ada warisan. Merencanakan keuangan sejak dini, secara tidak langsung juga mempersiapkan warisan kepada orang-orang yang dicintainya. Simpanan yang dilakukan entah itu berupa tabungan, deposito, asuransi, maupun barang berharga, seperti emas, nantinya bisa dimanfaatkan oleh keluarga yang ditinggalkan.
Kelima, mewujudkan tujuan hidup. Tidak ada orang bisa memprediksi seperti apa kehidupannya dihari esok. Apakah masih bisa bersama orang-orang yang dicintainya atau sebaliknya.
Alangkah mirisnya ketika kita harus meninggalkan mereka tapi tidak ada sesuatu yang bisa kita wariskan. Minimal adalah simpanan berupa tabungan.
Keenam, menciptakan kemandirian secara finansial. Setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang tenang dan nyaman. Namun dia juga sangat susah untuk mengelola keuangannya sejak dini. Dia hanya berpikir bagaimana untuk memenuhi segala keinginan dan kebutuhannya pada saat itu. Sehingga ketika memasuki masa tua, dia hanya menjadi tanggungan dari anak-anaknya ataupun anggota keluarganya yang lain.

Rencanakan Masa Depan dan Keuangan Bersama Manulife

7Untuk menciptakan ketenangan dan kenyamanan dari sekarang hingga diusia tua, sebenarnya tidaklah terlalu susah. Cukuplah mempercayakan kepada Manulife Indonesia.
Yah, di Manulife Indonesia ada tersedia beragam produk yang tentunya tinggal dipilih untuk menyesuaikan kemampuan keuangan dan apa yang menjadi kebutuhan kita.
Seperti asuransi jiwa sampai seumur hidup yang memberikan beragam manfaat, asuransi kesehatan, MiFuture Income Protector (MiFIP) yang memberikan berbagai manfaat hingga enam kali jumlah premi yang dibayarkan, sehingga nasabah siap menghadapi masa tua atau ketika sudah tidak bekerja, dan asuransi pendidikan.
Melayani selama 36 tahun, Manulife Indonesia terus berkomitmen membantu keluarga Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Di tengah situasi pandemi yang menantang, Manulife Indonesia tetap berupaya memaksimalkan layanan kepada nasabah melalui Customer Contact Center maupun layanan email dan menerapkan layanan non face-to-face.
Dimana, seluruh karyawan serta tenaga pemasar tetap memberikan layanan optimal kepada para nasabah dengan memaksimalkan penerapan teknologi. Hal ini juga terlihat dari pengajuan klaim
online (MiEClaim) baik klaim individu maupun klaim kumpulan (Group Life & Health), yang dapat diakses melalui website Manulife Indonesia.
”Tepat 18 Juli 2021, kami genap beroperasi di Indonesia selama 36 tahun. Kami meyakini bahwa 36 tahun merupakan usia yang matang dan kami dapat memastikan bahwa satu hal yang tidak berubah dari sejak awal kami memulai bisnis kami di Indonesia, adalah komitmen Manulife Indonesia untuk terus melayani nasabah, memudahkan keputusan dan membuat hidup lebih baik. Kami berterima kasih ke berbagai pihak maupun pemangku kepentingan atas dukungan selama
ini kepada Manulife Indonesia seperti pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, bank partner dan mitra lainnya, rekan-rekan jurnalis, tenaga pemasar, karyawan maupun nasabah. Tentunya
pada perjalanan ini terdapat berbagai peningkatan yang kami lakukan berdasarkan input dan masukan para nasabah. Terima kasih atas kepercayaan lebih dari dua juta nasabah di seluruh
nusantara telah memilih Manulife Indonesia dan mempercayakan kami dalam perlindungan masa depan dan perencanaan keuangan Anda dan keluarga,” ujar Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland.
Kesehatan memang bukan segalanya. Tapi tanpa kesehatan, kita tidak dapat melakukan segalanya. Memiliki asuransi kesehatan memungkinkan kita hidup dengan ketenangan pikiran. Tanpa khawatir keuangan terganggu akibat biaya kesehatan yang semakin tinggi.
Begitu pula dengan asuransi jiwa. Ini bukan tentang kematiannya. Namun bagaimana keluarga dapat meneruskan kehidupan setelah pencari nafkah telah tiada. Pastikan anda mulai berasuransi hari ini, selagi keuangan dan kesempatan masih ada. Jangan tunda sampai hari esok yang belum tentu akan sama kondisinya dengan sekarang.
Prof Dr Hj Hendriati Agustiani, MSi dari Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran dalam suatu kegiatan beberapa waktu lalu, mengungkapkan, memasuki masa pensiun bagi seorang pekerja diharapkan memiliki perencanaan yang baik.
Menghadapi masa pensiun perlu kepekaan terhadap kebutuhan diri dan lingkungan. Bukan mengutamakan keinginan. Diperlukan adanya adaptasi memenuhi cara untuk memenuhi kebutuhan dengan memilih dan memilah faktor proteksi dan risikonya.
”Mengingat akan adanya pola hidup baru saat memasuki masa pensiun, juga perlu mengajak keluarga peka terhadap kebutuhan dan menstruktur kembali pola hidup baru,” kata Prof Hendriati Agustiani. (amiruddin nur)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini