Connect with us

Headline

Melanjutkan Ide Mencipta Lagu Almarhum Anci Laricci

-

Ancu Laricci, Penyanyi Lagu Makassar

NAMA Anci Laricci sudah tidak asing lagi bagi Anda pecinta lagu Bugis-Makassar. Ia sudah melegenda walau kini telah tiada. Satu orang saudaranya, Ancu Laricci berusaha mempertahankan eksistensi lagu daerah. Sekaligus berusaha menjaga apa yang ditinggalkan almarhum.

DALAM Podcast yang tayang di kanal Youtube Berita Kota Makassar, Ancu Laricci yang memiliki nama asli Syamsul Bahri berkisah tentang apa yang dilakukannya bersama Anci Larincci semasa hidupnya.

”Sebelum almarhum (Anci Laricci) meninggal, dia sempat bilang; Ancu kau harus juga bikin satu album tapi ciptaan sendiri. Inilah lagu Bollo yang saya ciptakan sendiri. Temanya Melanisia (Melayu-Indonesia) Sama seperti lagu Pantai Losari, Tanjung Bunga. Lagu Makassar tapi campur Indonesia. Karena almarhum dulu bikin lagu Melanesia, jadi saya lanjutkan. Ini bagian dari ide almarhum yang saya pakai. Jadi memang kata-katanya lain,” ujar Ancu seusai menyanyikan lagu berjudul Bollo diiringi petikan gitar yang dibawanya ke studio.
Menurut Ancu, ia sembilan bersaudara dan semua bisa menyanyi karena memang punya darah penyanyi. Anci Laricci sendiri memiliki nama lengkap Syamsir Atifin. Ada pulau saudara perempuannya yang juga dikenal sebagai penyanyi bernama Rianti Laricci.
”Waktu masih sama-sema dengan almarhum, saya juga sempat lagu, tapi numpang di satu album. Kami berdua nyanyi dua kali. Jadi waktu itu dia (Anci Larincci) bilang, gini Ancu, pakai itu Laricci. Saya bilang, bagus ini. Sejak saat itu saya mulai pakai Laricci. Sama dengan Anti, juga diminta untuk pakai Laricci. Sementara saudara yang lain tidak boleh pakai. Hanya saya dan Anti yang bisa,” terangnya.
Ancu ternyata memiliki latar belakang pekerjaan di pemerintahan. Ia dulunya bertugas di Pemkab Gowa dengan masa tugas selama 36 tahun dan sekarang telah pensiun.

Ketika Anci Laricci masih hidup, Ancu aktif membantu di studionya sebagai marketing. Waktu itu hasil rekaman masih berbentuk kaset dan VCD. Pemasarannya diserahkan kepada Ancu.
”Almarhum biasa menyanyi, saya yang harus jaga dia punya vokal. Jadi itu memang tugas saya dari dulu. Dia bilang, kau nda usah menyanyi. Kau khusus penata vokal saja sama jual kaset (VCD),” terang Ancu.
Ketika Anci meninggal, Ancu dipanggil untuk menyiar di salah satu radio swasta yang ada di Makassar. Dia diminta untuk mengganti almarhum dan mengisi acara yang khusus memutar lagu-lagu Makassar. ”Jadi saya menyiar live menggantikan almarhum. Sudah empat tahun saya di situ. Biasa menyiar sambil menyanyi,” tuturnya.
Diakui Ancu, pandemi covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini membawa dampak yang besar terhadap seniman, tak terkecuali dirinya. Itu karena banyaknya pembatasan yang diberlakukan. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini