Connect with us

Headline

Pegawai Honorer Mencuri di Balai Kota untuk Menikah

-

MAKASSAR,  BKM — Terungkap sudah siapa yang melakukan pencurian pada dua kantor OPD di Balai Kota Makassar. Seperti yang diprediksi sebelumnya, pelakunya ternyata orang dalam. Mereka adalah pegawai honorer. Bukan hanya satu, melainkan dua orang yang bekerja sama melakukan tindak kriminal tersebut.
Dua hari setelah mencuatnya aksi kriminal dalam kantor yang terletak di Jalan Ahmad Yani itu, tim Unit Jatanras Polrestabes Makassar bersama jajaran Pemkot Makassar meringkus keduanya. Mereka adalah FM (23) dan RF (29).
Pengungkapan kasus ini dirilis di depan lobi Mapolrestabes Makassar, Kamis sore (16/9). Kasat Reskrim Kompol Jamal didampingi Kasi Humas AKP Lando, penangkapan kedua tersangka merupakan hasil pengembangan dari laporan Pemkot Makassar terkait pencurian inventaris di balai kota. Selanjutnya, polisi bersama staf pemkot melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di Balai Kota.

Keduanya diamankan di ruang penyidik Polrestabes Makassar guna menjalani pemeriksaan. Kepada polisi, mereka mengakui perbuatannya. Aksi pencurian dilakukan sejak Maret hingga September 2021, pada hari libur kantor, yakni Sabtu dan Minggu .
Pencurian dilakukan dari lantai empat, enam dan tujuh. Masing-masing di ruang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Pariwisata dan Pertanahan. Barang inventaris yang diboyong, mulai dari printer, laptop, gawai, serta sejumlah barang inventaris lainnya. Jika ditotal, angkanya mencapai raturan juta rupiah. Sebagian di antaranya sudah dijual dengan harga Rp10 juta. Ada yang dijual di Makassar, sebagian lagi di daerah. ”Saat petugas memeriksa ruangan tidak ada yang rusak. Jadi bukan pembobolan,” ujar Kompol Jamal. Baik FM maupun RF sudah beberapa tahun bekerja sebagai tenaga honorer di Pemkot Makassar. FM yang diwawancarai BKM, mengaku mencuri barang inventaris di Balai Kota untuk dijual. Selanjutnya, uang hasil penjualannya akan dipakai menikah.
”Rencananya saya mau pakai menikah. Saya dibantu dia (RF) untuk mengambil barangnya lalu dibawa pergi,” ujarnya.

Pengawasan Lemah

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus pencurian di Balai Kota kepada aparat kepolisian.

Dia meminta pelaku yang sudah tertangkap agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Danny menilai, terjadinya aksi pencurian di Balai Kota menjadi bukti rusaknya tataran birokrasi di Pemkot Makassar dan lemahnya pengawasan keamanan di kantor pemerintahan.

“Dan itu sudah berlangsung lama. Berulang-ulang. Bahkan saya dapat laporan, biar kursi katanya, tiap minggu 10 kursi hilang yang Futura itu. Kertas puluhan rim. Bagaimana itu sampai dibiarkan,” kata Danny saat dikonfirmasi di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Kamis (19/9).

Diapun mempertanyakan kinerja Bagian Umum dan Satpol PP, termasuk Dinas Kominfo selama ini.

Sehingga dia memutuskan untuk merombak total sistem keamanan di Balai Kota. CCTV akan dipasang di berbagai penjuru.

“Bagaimana dengan Umum dan Satpol waktu itu? Bagaimana dengan CCTV waktu itu? Rusak sekali ini barang. Artinya orang cuek. Mau dibilang apa semua bukanji barangku. Total akan saya benahi,” tegas Danny.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Fajrin Hamid Pagarra menjelaskan, selama ini pengadaan dan pemeliharaan CCTV diserahkan ke Bagian Umum. Namun, ada instruksi dari wali kota, semua terpusat di Kominfo.

Selanjutnya, Bagian Umum akan support Kominfo untuk pembenahan CCTV. Pengadaan akan menjadi tugas Bagian Umum, namun teknis tetap diserahkan ke Kominfo.

“Kita akan support Kominfo untuk pembenahan CCTV. Apa yang kurang di Kominfo akan ada pengadaannya. Kita belanjakan untuk mengcover seluruh Balai Kota,” terangnya.

Lebih jauh dikemukakan, pihaknya sudah mengajukan perencanaan pengadaan CCTV Balai Kota di anggaran perubahan 2020 ini. Namun belum bisa dipastikan apakah terakomodir atau tidak, mengingat pembahasan APBD perubahan saat ini sudah berjalan.

“Belum ada anggarannya di APBD Perubahan. Tapi perencanannya saya sudah kasih masuk. Kita lihat situasinya, apakah akan dianggarkan di APBD Perubahan atau pokok. Kita lihat dulu situasinya karena sekarang APBD Perubahan sudah berjalan,” ujar Fajrin.

Yang jelas, pihaknya akan memprioritaskan pemasangan CCTV di beberapa lokasi strategis terlebih dahulu. Seperti di halaman Balai Kota, pintu masuk dan keluar, tower Balai Kota, depan lift, dan depan tangga. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini