Connect with us

Headline

Ratusan Orang Tertipu Arisan Bodong

Diiming Keuntungan Rp1 Juta-Rp1,5 Juta dalam Tempo Lima Hari

-

MAKASSAR, BKM — Praktik investasi yang diduga bodong kembali menelan korban. Sedikitnya ada ratusan orang yang terjerat aksi tipu-tipu modus investasi melalui arisan daring.
Awalnya, di bulan-bulan pelaksanannya, praktik arisan ini berjalan lancar. Namun dalam perjalanannya, ada ratusan orang yang tidak bisa mendapatkan kembali dananya. Apalagi keuntungan yang dijanjikan.
Hal itu terkuak ketika puluhan ibu-ibu yang menjadi investor atau member arisan mendatangi Mapolsek Rappocini di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Rabu malam (16/9).
Mereka melapor karena mengaku ditipu oleh perempuan berinisial Lisda. Ia menjadi penyedia jasa investasi berkedok arisan itu.
Kanit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Akhmad Risal, membenarkan adanya laporan tersebut. ”Mereka (korban) melaporkan dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh perempuan Lisda terkait dengan investasi,” ujarnya.
Dalam aduannya, korban mengaku menyetor sejumlah yang kepada terlapor. Oleh Lisda, mereka dijanji diberi keuntungan antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta dalam tempo lima hari.
Menurut Iptu Akhmad Risal, pihaknya sudah berusaha melakukan proses mediasi antara terlapor dan para korban.
Namun, upaya itu tidak menemui kesepakatan. Terlapor Lisda dianggap tidak dapat melunasi dana yang diinvestasikan para korban. Ia pun tidak mampu menunjukkan jaminan bahwa dirinya bisa mengembalikan dana para investornya.

“Cukup banyak korbannya. Lebih dari 100 orang. Kerugiannya juga besar. Jadi kemungkinan perkara ini kami limpahkan ke polrestabes (Makassar),” jelas Akhmad Risal.

Guna kepentingan pengusutan kasus ini, lanjut Akhmad Risal, pihaknya telah mengamankan Lisda bersama seorang pria yang diduga kekasihnya. Selain itu, polisi juga mengamankan seorang admin yang dipekerjakan Ls di salah satu rumah kos Jalan Pelita Raya, Makassar, tempat investasi melalui akun media sosial itu dioperasikan.

Nanda, salah satu member yang menjadi korban investasi palsu itu, mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta.

“Kerugian saya sama adik saya sekitar Rp30 juta. Ada juga yang di luar kota itu sampai Rp129 juta,” kata Nanda, yang sudah enam bulan terakhir bergabung dalam investasi buatan Lisda.

Dalam kurun waktu enam bulan itu, lanjut Nanda, proses pencairan atau penarikan untung dari investasi yang ia ikuti berjalan lancar hanya di awal. Seiring berjalannya waktu, proses pembayaran atau keuntungan yang dijanjikan mulai perlahan mandek, hingga akhirnya terhenti.

“Baru tadi (Rabu) pagi saya tahu kalau ini penipuan. Lancar awalnya, tapi setelah itu mulai mandek, mandek, akhirnya seperti sekarang,” ungkap Nanda.

Sepengetahuan Nanda, selain di Kota Makassar, korban investasi bodong itu juga berasal dari beberapa daerah di luar Sulawesi Selatan.

“Dari Jakarta ada, Palu, Sumatera, Enrekang, Pinrang dan daerah Jawa ada juga,” bebernya.

Kasus itu kini ditangani Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar. Total kerugian para member diperkirakan miliran rupiah. (jun)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini