Connect with us

Headline

Sektor Pariwisata Gerakkan Ekonomi Sinjai

-

SINJAI, BKM — Di bawah kepemimpinan Andi Seto Asapa (ASA), Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus menggenjot pengembangan potensi wisata di daerah yang dujuluki Bumi Panrita Kitta ini.

ASA mengatakan, bahwa sektor pariwisata dan kebudayaan memberi dampak positif bagi pembangunan suatu daerah karena ‘multiplier effect’ yang diciptakan.

Menurut dia, pengaruh yang ditimbulkan dari sektor pariwisata selain mendatangkan wisatawan, juga memberi dampak pergerakan ekonomi masyarakat melalui munculnya berbagai jasa dan kebutuhan dari bisnis pariwisata seperti transportasi, kuliner dan sebagainya.

“Pariwisata adalah sektor yang melibatkan semua stakeholder. Bagaimana sumber daya digunakan, produk diciptakan, pelanggan dipuaskan, dan investasi untuk meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan masyarakat, sehingga akan menimbulkan multiplier effect,” ujarnya.

Untuk diketahui, tahun 2021 ini pemkab melalui Disparbud Sinjai menargetkan PAD yang ingin dicapai sebesar Rp520 juta, yang terdiri dari retribusi objek wisata Rp400 juta dan penyewaan gedung Rp120 juta.

Sedangkan untuk realisasinya sampai bulan September ini, retribusi objek wisata sudah mencapai Rp399 juta lebih.

Tidak mengherankan, sebab berbagai upaya telah dilakukan Disparbud Sinjai untuk menggaet wisatawan berkunjung di Sinjai. Di antaranya rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kondisi objek wisata.

“Kita melibatkan staf yang ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini untuk terjun langsung memantau objek wisata, termasuk memantau fasilitas yang ada,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sinjai Yuhadi Samad, Rabu (16/9).
Ia menjelaskan, dalam upaya menjadikan Sinjai sebagai destinasi wisata, pihaknya juga meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan kepekaan terhadap kepariwisataan di masing-masing zona.

“Termasuk berupaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pelaku pariwisata dengan melaksanakan berbagai pelatihan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut di antaranya, pelatihan tata kelola destinasi wisata, pelatihan ekowisata, pelatihan pengembangan home stay, pelatihan pemandu wisata kuliner, pelatihan pemandu wisata tematik, serta pelatihan pemandu wisata sejarah dan warisan budaya

.
Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan percepatan teknologi dengan melakukan promosi wisata melalui akun media sosial.

“Termasuk melalui aplikasi ‘Ayo ke Sinjai’ yang dilaunching Pak Bupati beberapa waktu yang lalu,” jelasnya. (din/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini