Connect with us

Gojentakmapan

TMMD ke-112 Sasar Desa Bontomatinggi dan Bontomanurung

-

MAROS, BKM — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) membantu masyarakat yang berada di daerah terisolir. Hal ini diungkapkan Bupati Maros, HAS Chaidir Syam saat pembukaan TMMD ke-112 Kodim 1422 Maros, di aula Makodim 1422 Maros, Rabu (15/9).

Chaidir mengatakan, lokasi yang menjadi sasaran untuk TMMD Kodim 1422 Maros adalah lokasi yang tepat, sebab merupakan daearah terisolir. ”Saya berterima kasih kepada TNI yang telah membantu membuka akses yang memang dibutuhkan masyarakat,” ujar pria 44 tahun itu.

Mantan ketua DPRD Maros itu berharap, kegiatan TMMD dapat berjalan dengan baik. Bila terlaksana dengan baik, itu berarti kita sudah membuka akses untuk masyarakat. ”Ini merupakan bentuk pengorbanan kita untuk masyarakat, jika jalan sudah dapat diakses maka sarana dan prasarana akan semakin baik ke depannya,” ungkapnya.
Komandan Kodim (Dandim)/1422 Maros, Letkol Inf Budi Rahman, menjelaskan, kegiatan ini akan berlangsung selama sebulan ke depan, dibuka sejak hari ini 15 September hingga 14 Oktober 2021. Dengan titiknya berada di Desa Bontomatinggi dan Desa Bontomanurung.
Budi menuturkan, pada program TMMD ini akan dilakukan berbagai kegiatan. Di antaranya, perintisan jalan, pembangunan masjid dan MCK. ”Untuk jalan 2.120 meter sudah kita buka dan 1.550 meter sudah terbentuk jalan. Masih kurang 600 meter yang akan dirapikan dan ditata. Serta pembangunan deker delapan titik untuk mencegah lonsor,” lanjut Budi.

Budi optimis target penyelesaian TMMD akan selesai tepat waktu. Target kedua adalah pembangunan mesjid, hanya saja target kedua ini akan berjalan jika rintisan jalan telah selesai.
”Targetnya, seminggu sebelum penutupan semuanya telah selesai secara 100 persen. Saat ini kami menargetkan, dalam waktu sepuluh hari itu sudah finishing (rintisan jalan). Target ini menentukan proyek kami yang kedua untuk kelancaran materialnya dalam pembangunan masjid,” tutupnya.

Sementara itu, Kolonel Arh Elphis Rudy, Kepala Staf Korem 141/Toddopuli, mengatakan, dalam program TMMD semua pihak harus bersinergi. Tidak hanya dengan Forkopimda, masyarakat juga harus diajak untuk bersinergi.
Dirinya menyebutkan, daerah yang terisolir memang harus dibuka jalannya. Sebab dia menilai dengan cara tersebut masyarakat dapat terbantu. ”Agar taraf hidup masyarakat bisa terbantu, juga untuk mengurangi kemiskinan,” katanya. (ari/c)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini