Connect with us

Metro

Makassar Masuk Zona Kuning

Diminta Waspadai Gelombang Ketiga di Desember

-

MAKASSAR, BKM–Warga di kota Makassar patut bersyukur, penyebaran coronavirus disease (covid-19) semakin melandai dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah pusat bahkan telah menyatakan Makassar sudah berada pada posisi zona kuning.

Hal itu juga dibarengi dengan penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Makassar yang tadinya level 4langsung turun ke level 2.
Dengan status PPKM level 2, Pemerintah Kota Makassar sudah mulai akan menerapkan pelonggaran, khususnya di sektor usaha.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, mengatakan, sudah saatnya ekonomi Makassar bangkit setelah dihantam badai pandemi.

“Kami akan segera merilis kebijakan ekonomi. Termasuk melakukan pelonggaran jam oerasional tempat-tempat usaha,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Lurah Mapala, Kecamatan Rappocini, Selasa (21/9).
Sejauh ini, Pemerintah Kota Makassar belum menerbitkan aturan baru terkait PPKM Level 2.
“Saya kira level 2 adalah memang yang sudah seharusnya menjadi status di Kota Makassar dan yang paling luar biasa karena kita tidak menganut level 3, langsung level 4 ke level 2, itu pertama kali,” katanya.
Danny menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat status Makassar turun level. Di antaranya menurunnya kasus harian covid-19 dan bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur yang tersisa 8 persen dan BOR ICU 13 persen.

Dia menyebutkan bahwa BOR ICU pernah mencapai 99 persen dan BOR perawatan 59 persen. Kasus covid-19 juga pernah meningkat mencapai 700 kasus dalam sehari.
“Hari ini (Selasa kemarin) cuma 5. Biasanya hari Minggu yang dapat 5 karena spesimen tidak masuk di laboratorium. Berarti ini riil,” jelasnya.

Kendati Makassar sudah masuk zona kuning dan PPKM level 2, namun Danny meminta masyarakat tidak terlena. Harus senantiasa waspada dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Karena dikhawatirkan munculnya serangan gelombang ketiga seperti yang terjadi di Singapura.
“Sejumlah ahli juga minta masyarakat mewaspadai munculnya gelombang ketiga yang diperkirakan bisa terjadi Desember mendatang jika masyarakat terlena dan tidak mewaspadai covid-19 lagi.
Sebelumnya, ahli Epidemiologi Unhas Prof Ridwan Amiruddin mengatakan, pemerintah pusat telah mengeluarkan warning terkait potensi gelombang ketiga covid-19 yang disebabkan varian tersebut.
Daerah, kata dia patut waspada, salah satu bentuk pencegahan terbaik adalah dengan menutup pintu-pintu masuk dari daerah-daerah yang telah menyebar. Selain itu pemerintah daerah juga diminta bersiap dini dengan potensi gelombang ketiga.

“Sulsel, Makassar, sudah berada di ujung gelombang kedua dari Delta dan Delta Plus dengan menurunnya kasus. Tanpa pengendalian, gelombang ketiga ini sisa menunggu waktu,” lanjutnya. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini