Connect with us

Sulselbar

Orang Tua Siswa Minta Segera Dipecat

Oknum Guru Diduga Alami Kelainan Jiwa

-

BONE, BKM — Sejumlah pelajar SMP Desa Mario Kecamatan Dua Boccoe diduga dikurung oleh oknum guru kurang lebih delapan jam, mulai dari pukul 07:00 hingga pukul 15:00.

Informasi tersebut diketahui berasal dari postingan di grup facebook yang diunggah pada Jumat lalu oleh pemilik akun Eddha Sikki.

Dalam postingan tersebut menerangkan “Semoga saja bisa sampai ke Telinga Kadis Pendidikan Kab Bone,bahwa seorang Guru mengurung Muridnya dari jam 7 sampai jam 3 sore sehingga para murid Kelaparan bahkan ada yg hampir pingsan,,,tanpa ada alasan yg jelas..tepatnya SMP Mario kec Dua Boccoe kab Bone”tulis Pemilik akun Eddha Sikki.
Postingan tersebut pun mengundang banyak komentar dari para netizen, yang mengatakan langsung dipolisikan saja.
“Daripada di posting mending langsung lapor saja,” Tulis pemilik akun ayahe gantenge
“guru apa itu, atas dasar apa dia begitu pecat aja guru kayak ini” Tulis kaliru Pasolangi.

“Astaga kasian anak muridnya, tapi guru bersikap gitu pasti ada alasannya juga,”Tulis pemilik akun Jusmiati Jus
Terpisah, Plt Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Andi Fajaruddin membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan sebenarnya tidak dikurung melainkan para pelajar ini ada di dalam kelas bersama oknum guru tersebut.
“Setelah kami mendapatkan informasi saya langsung mengecek kebenarannya dan memanggil kepala sekolahnya, dan kepsek menjelaskan bahwa benar ada kejadian seperti itu, tapi para siswa ini tidak disekap,” ujar Andi Fajaruddin, Selasa (21/9).

Dia menambahkan kejadian tersebut terjadi pada 16 September lalu. Saat itu sejumlah siswa sedang persiapan untuk pulang dan kejadiannya pukul 11:00 bukan pada pukul 07:00.
Saat siswa bersiap untuk pulang, seorang oknum guru Usman M masuk kedalam kelas lalu memberikan ceramah mulai dari pukul 11:00 hingga pukul 15:00 Wita. Para orang tua siswa datang ke sekolah untuk mengecek keberadaan anaknya karena belum pulang ke rumah.

“Penjelasan Kepsek. Saat itu istri Usman juga guru di sekolah tersebut bolak balik menyampaikan ke suaminya agar memulangkan para siswa tersebut, namun suaminya merespon dengan menutup pintu dengan cara membanting,”jelasnya.
Di Dalam kelas ada beberapa pelajar, bukan hanya dari kelas 7 saja melainkan juga ada dari kelas 8 dan kelas 9, untuk kelas 8 dan kelas 9 ini mereka sudah memaklumi keadaan itu sehingga mereka tidak takut lagi, sementara untuk kelas 7 inilah yang merasa sedikit ketakutan karena siswa baru bahkan ada siswa yang hampir pingsan.
“Oknum guru ini diduga mengalami gangguan kejiwaan. Guru pindahan dari Sulteng,” jelasnya.
“Anak saya sampai sekarang masih takut dengan guru itu, kami para orang tua berharap agar guru tersebut dicarikan saja pengganti atau dipecat saja,”katanya (man/C)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini