Connect with us

Politik

PPP Sulsel Perlu Mediasi Rachmat Dengan Akbar

-

MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel perlu menengahi atau memediasi dua kubu yang bersaing pada musyawarah cabang (muscab) PPP kota Makassar yang baru saja ditunda karena tidak quorum.

Dua kubu yang bersaing yakni Rachmat Taqwa Quraisy dengan kubu Akbar Yusuf.
Muscab gagal mengambil keputusan untuk memilih formatur lantaran peserta tidak semua hadir dalam ruangan yang dihelat di Four Poin By Sheraton Makassar, Minggu (19/9).
“Kami berharap semoga dua kubu yang bersaing dapat duduk bersama. DPW juga perlu turun tangan untuk mempertemukan dua kubu,”pinta salah seorang kader PPP Makassar Asrul, Selasa (21/9).

Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan mengaku bila yang jadi permasalahan penundaan dikarenakan tidak kuorum nya PAC dalam muscab kemarin. “Perihal pergantian SK DPC itu dari kepengurusan sebelumnya dan kami masih mencari tau perihal itu. Tentang pergantian SK PAC Tallo dan Bontoala memang itu sudah sesuai ketentuan dan telah dilaporkan ke DPP, bukan masalah serius pergantian SK PAC, tapi tidak kuorumnya PAC kemarin makanya ditunda,”jelas Imam yang juga ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel ini.
DPC PPP Kota Makassar tengah menggelar muscab namun tak ada keputusan. Rachmat Taqwa Quraisy membuat gaduh di arena muscab.

Rachmat kesal lantaran peserta muscab tidak kuorum sesuai daftar yang berhak mengikuti pemilihan di muscab.
Seperti diketahui, yang memiliki hak suara di muscab sebanyak 18 suara terdiri dari 15 suara yang berasal dari pengurus anak cabang (PAC), satu suara dari badan otonom, satu suara dari DPW PPP Sulsel serta satu suara dari DPP. “Kenapa muscab ini ditunda, padahal kami dari awal sudah siap. Tapi kemudian ada yang tidak rela muscab ini dinakhodai pemimpin baru,”protes Rachmat Taqwa.
Rachmat yang juga anggota DPRD Makassar itu menyebut ada pihak yang sengaja menyembunyikan ketua dan sekretaris PAC sehingga proses verifikasi berkas belum selesai.

“Kami meminta kepada DPW dan DPP untuk melakukan investigasi soal SK DPC yang ganda, kenapa bisa seperti ini,”pinta Rachmat.
Ketua DPC PPP Kota Makassar Busranuddin Baso Tika (BBT) mengatakan berdasarkan kesepakatan dari DPC, DPW dan ketua panitia, bila verifikasi tidak selesai tepat pukul 13.00 Wita, maka muscab akhirnya ditunda.
“Itulah kesepatan yang terjadi tadi, karena peserta PAC tidak hadir atau tidak lengkap maka ditunda,” kata BBT. (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini