Connect with us

Bisnis

Funding Agent Hadir Dalam Ekosistem OJK IKD

-

JAKARTA, BKM — Komunal, perusahaan fintech pertama yang menyediakan jasa Neo-rural bank secara lokal di Indonesia, mengumumkan telah meraih pendanaan Seri A sebesar USD2,1 juta atau sekitar Rp30 miliar. Investasi ini dipimpin East Ventures dengan partisipasi dari Skystar Capital. Keduanya juga merupakan investor Komunal dalam pendanaan tahap awal. 

Co-Founder Komunal, Hendry Lieviant, mengatakan, dana segar ini akan digunakan untuk mengakselerasi misi perusahaan untuk mendorong inklusi finansial di Indonesia dengan memperkuat produk terbaru Komunal, yaitu DepositoBPR.

”Baru-baru ini, DepositoBPR mendapatkan lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nomor lisensi: S-178/MS.72/2021. Lisensi ini menjadikan Komunal funding agent (agen pendanaan) resmi pertama di Indonesia,” kata Hendry, dalam keterangan resmi, Selasa (21/9).
Kehadiran Funding agent dalam ekosistem OJK Ikatan Keuangan Digital (IKD) bertujuan menyediakan platform yang bisa menghubungkan deposan dan peminjam dengan institusi finansial di seluruh Indonesia. Terutama dengan BPR (Bank Perkreditan Rakyat), yang menawarkan produk pendanaan sangat menarik.

Mengingat, Indonesia memiliki 1.500 BPR yang tersebar di seluruh daerah. Namun bank ini hanya diperbolehkan menyalurkan kredit di provinsi masing-masing. Meski demikian, mereka diperbolehkan untuk menerima deposit dari berbagai daerah dengan jaminan bunga hingga 2,5 persen lebih tinggi dari bank komersial dari pemerintah. Sayangnya, ribuan BPR gabungan ini hanya berkontribusi 1,5% dari total deposan negara.
”Karena sebagian besar BPR ini terletak di daerah pinggiran kota dan belum terdigitalisasi sehingga produk mereka tidak dikenal dan tidak dapat diakses oleh deposan perkotaan,” terangnya.

DepositoBPR memungkinkan seluruh penduduk Indonesia untuk mendapatkan bunga tertinggi yang dijamin oleh pemerintah saat membuka rekening deposito yang bebas risiko di BPR di daerah manapun, tanpa harus mendatangi bank secara langsung. Di sisi lain, BPR tetap bisa menerima deposit dari seluruh Indonesia tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar untuk membuka cabang dan untuk kegiatan marketing. (int)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini