Connect with us

Headline

Identitas Terungkap, Motif Pembunuhan Belum Diketahui

Mayat Perempuan yang Ditemukan di Kebun Sudah Diambil Keluarganya

-

IST SEPI-Suasana rumah korban Rosmini yang terletak di Dusun Balla Tinggia, Kecamatan Papangloe, Kabupaten Bantaeng.

GOWA, BKM — Teka teki siapa mayat perempuan yang ditemukan oleh Jamil (11), seorang bocah gembala sapi di kebun warga di Kampung Kalukua, Dusun Kalukuloe, Desa Tanete, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Jumat (8/10/2021) sore lalu, kini terungkap. Wanita malang itu diketahui bernama Rosmini, tinggal di Dusun Balla Tinggia, Kecamatan Papangloe, Kabupaten Bantaeng.

Kepala Dusun Balla Tinggia, Desa Papangloe, Kecamatan Pajjukukang, Kabupaten Bantaeng, Hj Surianti membenarkan jika korban adalah warganya. Peristiwa kematian tragis ibu dua anak yang suaminya bernama Muh Nasir ini, diketahui setelah salah satu keluarganya melihat informasi temuan mayat dengan berbagai barang milik korban melalui medsos Facebook dan IG yang dibagikan polisi melalui akun Humas Polres Gowa.

Menurut Surianti, dalam kesehariannya korban memang jarang terlihat, apalagi siang hari karena bekerja. Sementara suaminya Muh Nasir lebih banyak beraktivitas di masjid dekat rumahnya.

“Kami semua baru tahu setelah salah satu keluarga korban melihat postingan di medsos tentang penemuan mayat perempuan di Kabupaten Gowa, dan ciri-ciri fisik dan pakaian memang milik korban. Postingan itu baru ditahu pagi-pagi tadi (kemarin) oleh keluarganya dan langsung menuju RSU Bhayangkara. Rumahnya sejak pagi kosong, karena semua penghuninya sudah di rumah sakit,” terang Surianti.

Sementara itu, jasad Rosmini yang usai diautopsi, Minggu (10/10) lalu memang masih disimpan di RSU Bhayangkara untuk kepentingan penyelidikan. Polisi juga menunggu adanya warga yang melapor kehilangan keluarganya.
Pantauan BKM, Selasa (12/10), sejumlah keluarga korbn dari Bantaeng berada di RSU Bhayangkara untuk mengurus pemulangan jenazah ke rumah duka di Bantaeng untuk selanjutnya dimakamkan di Balla Tinggia.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dikonfirmasi, membenarkan jika identitas korban sudah diketahui. ”Pihak keluarga sudah menjemput jenazah korban di RS Bhayangkara,” ujar AKP Mangatas Tambunan.

Dijelaskan, saat mayat korban ditemukan di kebun milik Dg Ci’ri, posisinya telentang menghadap ke atas dan kepala menghadap selatan. Wajah korban nyaris tak bisa dikenali, karena hampir seluruhnya sudah dipenuhi belatung.

“Dari hasil pemeriksaan tim Dokkes Bidokkes di TKP, terdapat empat titik luka tusukan, yakni pada bagian belakang tepat di atas posisi bra korban. Selain itu, terdapat luka-luka lecet di kedua kaki korban serta luka memar di beberapa bagian tubuh korban. Hingga kini motif pembunuhan korban belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan dan pengembangan mendalam atas kasus ini,” papar AKP Mangatas Tambunan.

Dari kondisi mayat yang sudah membusuk dan terdapat belatung, korban diperkirakan telah meninggal dunai kurang lebih lima hingga enam hari.

Polisi telah meminta keterangan tiga saksi pascapenemuan mayat. Masing-masing bocah Jamil pengembala sapi, Kades Tanete Bate bin Dg Jalamang (55), dan H Hadi (57) warga Kalukua.

Kaur Forensik Dokpol Biddokes Polda Sulsel, dr Ria Haerani membenarkan bahwa mayat perempuan yang ditemukan sudah teridentifikasi.

“Prosesi identifikasi korban sudah dilakukan. Mulai dari olah TKP pada 8 Oktober 2021 dan jasadnya dibawa ke ruang autopsi Biddokes Polda Sulsel. Pada 9 Oktober pukul tujuh malam, kita mulai memeriksa luar. Kami lakukan autopsi dipimpin langsung oleh dokter Forensik dr Deny,” jelas dr Ria, kemarin.
Autopsi selesai pukul 02.00 dinihari. Setelah itu dilakukan pemeriksaan dan mengambil beberapa data fisik dan properti korban. ”Hasil autopsi sudah kami serahkan ke penyidik Polres Gowa. Alhamdulillah ada kecocokan dari data-data antemorten dan posmortem. Data posmortem dan antamortem kami dapat dari keluarga yang datang ke kami setelah merilis properti dari korban,” terangnya.

Dia juga menjelaskan bahwa pihak keluarga korban sudah datang dan pihaknya telah menyerahkan secara resmi melalui penyidik Polres Gowa untuk pemakaman, setelah pihak Bidokkes melakukan pemusalaraan.

Diakui dr Ria Haerani, bahwa dari hasil autopsi memang ada beberapa luka ditemukan, lukanya dari benda tajam.

“Untuk hasil lebih jelasnya nanti, karena kita masih lakukan pemeriksaan dan perbandingan dengan data dari penyidik. Lukanya ada di bagian tubuhnya. Ada beberapa luka. Untuk lebih detailnya nanti akan kami sampaikan pada hasil autopsi dan diserahkan ke penyidik Polres Gowa. Lukanya lebih dari satu,” ungkap dr Ria Haerani.

Sementara Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman, menjelaskan bahwa identitas korban diketahui
berawal dari laporan pihak keluarga yang melihat di sosial media terkait data-data mayat yang ditemukan di Tompobulu.

“Tadi pagi (kemarin) saya dikabari pihak Dokpol bahwa pihak keluarga mendatangi RS Bhayangkara, kemudian dicocokkan dengan data postmortem serta antamortem dan identik,” ujarnya. (sar)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini