Connect with us

Headline

Jalur Kereta Api Lewati Biringkanaya-Tamalanrea

-

MAKASSAR, BKM — Balai Pengelolaan Perkeretaapian Sulawesi Selatan mulai
memproses dokumen perencanaan untuk mengajukan permohonan penentuan lokasi (panlok) jalur kereta api di Makassar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Pengelolaan Perkeretaapian Sulawesi Selatan Hasbudi Samad, menjelaskan rencananya jalur kereta api Makassar dibuat sepanjang 7,7 kilometer. Sementara di bandara sepanjang 4,11 kilometer.

Dijadwalkan pengajuan dokumen perencanaan untuk trayek Mandai-Makassar bisa dirampungkan akhir tahun 2021 ini.

“Pengajuan dokumen perencanaan Mandai-Makassar ditarget akhir tahun 2021,” ucapnya saat diskusi terkait pembangunan KA Makassar-Parepare di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Selasa (12/10).

Saat ini, tambahnya, pembangunan jalur kereta api (KA) Makassar-Parepare juga masih berkutat di persoalan lahan.
Lokasi di Maros progressnya 97,28 persen, lahan stasiun, depo dan Balaiyasa 91,87 persen.

Sementara Pangkep sudah rampung 100 persen. Lahan stasiun dan siding track Tonasa mencapai 98 persen.

Untuk progress fisiknya, masih menyasar Pangkep-Barru atau Tonasa-Garongkong.

Direncanakan rampung di tahun 2022 mendatang. Setelah itu, pembangunan tersebut akan menyentuh wilayah Maros-Makassar.

Di Makassar, jalur KA trans Sulawesi ini menyasar dua kecamatan, yakni Biringkanaya dan Tamalanrea.

Camat Biringkanaya Mahyuddin mengatakan, jalur kereta api di Biringkanaya akan melalui tiga kelurahan. Yakni Kelurahan Sudiang, Untia, dan Bulurokeng.

Saat ini, timnya sementara melakukan pemetaan lahan. Selanjutnya akan diidentifikasi masyarakat pemilik lahan tersebut untuk diedukasi.

Belum jelas jumlah lahan warga yang akan dibebaskan. Sehingga belum ada proses sosialisasi yang berjalan di masyarakat
. “Sementara dipetakan titik koordinat di mana, mulai batas kota sampai Tamalanrea,” jelasnya.

Selain itu, satu stasiun juga akan dibangun di Lantebung, Tamalanrea.

“Jalurnya dari Biringkanaya memotong ke bandara. Ada yang masuk bandara, ada yang masuk ke kota,”
tambahnya.

Sementara itu, Camat Tamalanrea Muhammad Rheza mengatakan, untuk melakukan pendekatan ke masyarakat perlu ada penentuan lokasi pembangunan KA.

Diketahui, pembangunan proyek KA Makassar-Parepare memasuki tahun keenam sejak dimulai tahun 2015.

Data pada akhir September lalu, progress konstruksi mencapai 85 persen untuk segmen D1 jalur Mandalle-Labbakang.

Proyek ini juga menggunakan KPBU dan APBN untuk pembiayaan. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini