Connect with us

Metro

Kembangkan Bahan Ajar Reading Comprehension, Dosen UM Kendari Raih Status Promovendus di UNM

-

MAKASSAR, BKM — Syarif Amin, mahasiswa Program Studi S-3 Pendidikan Bahasa Inggris yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Sulawesi Tenggara mengikuti ujian disertasi di Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu, 13 Oktober 2021 melalui virtual zoom meeting.

Ia menulis disertasi berjudul Designing Integrated Content-Based Reading Instructional Material for The Student of Islamic Education Departement at Muhammadiyah University of Kendari. Ujian disertasi diikuti untuk meraih status promovendus sebagai syarat mengikuti ujian promosi doktor.

Jalannya ujian dipimpin ketua sidang sekaligus promotor Prof.Dr.Kisman Salija,M.Pd., sekretaris sekaligus kopromotor Prof.Drs. Muhammad Basri,M.Ed.,Ph.D., dengan anggota Prof.Dr.Haryanto,M.Pd., Prof.Dr.Anshari,M.Hum., Amirullah Abduh, S.Pd., M.Ed., Ph.D., dan Prof.Dr. Djuwairiah Ahmad,M.Pd., M.Tesol.

Riset pengembangan yang dilakukan melibatkan dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam di UM Kendari. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar membaca dengan mengintegrasikan Integrated Content-Based Instruction Model.

Bahan ajar membaca yang disusun bertema keislaman. Tujuannya selain meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris, juga meningkatkan pemahaman topik-topik keislaman. Topik bacaan, misalnya Ibadah dalam Islam, Hijab dalam Islam, Jihad dalam Islam, dan Akidah dalam Islam.

Setelah diuji kompetensi keilmuan dan disertasi, Amin Syarif dinyatakan lulus dan meraih status promovendus. Sebelum memasuki tahap ujian promosi, promovendus akan mengikuti prapromosi sebagai penyamaan persepsi terhadap bahan presentasi dan ringkasan disertasi untuk ujian promosi doktor.

Kaprodi S-3 Pendidikan Bahasa Inggris, Prof.Dr.Muhammad Basri,M.Ed.,Ph.D. dalam pengujian, menanyakan apa yang menjadi bidang keahlian promovendus. Hal itu yang dianggap sebagai kebaruan (novelty) disertasi.

“Calon doktor mesti secara tegas menemukan teori baru dari riset disertasinya. Temuan teori baru itu menjadi identitas keilmuan seorang doktor,” jelas alumni S-2 di Amerika Serikat dan S-3 di Australia. (rls)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini