Connect with us

Politik

Pemilih Disabilitas Sulsel 21.808 dari 6.124.368 Orang

-

MAKASSAR, BKM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan telah menggelar rapat pleno penetapan hasil Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk bulan September Tahun 2021.
Kegiatan yang dihadiri Ketua dan Anggota KPU Sulsel menetapkan jumlah pemilih di Sulawesi Selatan sebanyak 6.124.368 pemilih.

Hasil pleno tersebut dirinci pemilih laki-laki sebanyak 2.966.523 dan pemilih perempuan 3.157.845 orang.
Adapun hasil PDPB periode September berjumlah 6.124.368 pemilih.
Untuk jumlah pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) atau belum memiliki KTP el sebanyak 91.184 dengan rincian meninggal 2.231, ganda 70, dibawah umur 0, pindah domisili 1.505, tidak dikenal 64, TNI 3, Pori 43, hak pilih dicabut 0, belum ber KTP el dan atau belum perekaman KTP eL 87.268.
Untuk lima kabupaten kota terjadi kenaikan TMS dan yang belum ber KTP el dan atau belum perekaman KTP el
masing-masing Gowa 12.616, Takalar 10.487, Bone 7.793, Maros 7.735 dan Makassar 7.041
Sehingga total pemilih baru sebanyak 3.044 yang didominasi lima daerah masing-masing Pinrang 755, Jeneponto 404, Luwu 252, Luwu Utara 247 dan Bantaeng 240.
Adapun pemilih berdasarkan kelompok usia 17 hingga 20 tahun sebanyak 458.095 tersebar di Makassar 84.073, Gowa 41.561, Bone 34.783, Bulukumba 32.181 dan Maros 22.285
Untuk kelompok usia 21 hingga 30 tahun sebanyak 1.455.217 tersebar di Makassar 221.128, Bone 129.097, Gowa 120.956, Luwu 69.091 dan Bulukumba 66.974.
Sedangkan kelompok usia 70 tahun keatas sebanyak 349.005 dan tersebar di Bone 42.350, Makassar 33.888, Gowa 25.926, Wajo 20.312, dan Pinrang 17.068

Untuk pemilih disabilitas sebanyak 21.808 dan tersebar di Makassar 2.322, Gowa 1.696, Bone 1.578,
Tana Toraja 1.316 dan Pangkep 1.262
Ketua KPU Sulsel Faisal Amir mengatakan, hasil penetapan PDPB ini dilakukan setelah melakukan Rakor bersama kabupaten dan kota.
“Hasil penetapan pemutakhiran daftar pemilih bekelanjutan ini dilakukan setelah melakukan Rapat Koordinasi bersama KPU Kabupaten dan Kota se Sulawesi Selatan terkait hasil pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan yang dilakukan di 24 Kabupaten dan Kota se Sulsel. Olehnya itu saya bersama anggota KPU Sulsel menetapkan jumlah pemilih untuk bulan September tahun 2021 didalam rapat pleno. “jelas Faisal Amir.

Anggota KPU Sulsel divisi Data dan Informasi Uslimin menambahkan bila PDPB ini sesuai dengan regulasi.
“Pelaksanaan daftar pemilih berkelanjutan yang setiap bulannya di mutakhirkan dan ditetapkan pada rapat pleno tingkat KPU Provinsi Sulawesi Selatan ini sesuai dengan PKPU Mutarlih No 17/2020 sebagai revisi kedua PKPU 2/2017. Dan mengacu pada putusan MK No 84/PHPBup-XIX/2021 pada sengketa Pilkada Nabire. Dalam putusan tersebut, MK memerintahkan perbaikan data pemilih dengan mengacu pada PKPU Mutarlih 17/2021,”jelas Uslimin.
Menurutnya, pada kasus Nabire, DPT Pilkada 2020 sebesar 178.545 dan berdasar putusan 84/2021 MK, KPU Nabire memutakhirkan ulang DPT utk PSU satu kabupaten dgn hanya memasukkan pemilih yg telah ber KTP el atau telah perekeman KTP el sebagaimana diamanatkan PKPU 17/2020, menjadi hanya 85.983 pemilih saja. Saat ini sengketa Pilkada Nabire juga sudah putus di MK.

Atas dasar itu, maka KPU RI mengingatkan KPU Provinsi agar KPU Kabko dalam pemutakhiran DPB Sept 2021 agar segera membersihkan data pemilih dari pemilih non KTP El.
Bahwa pada Pileg/Pilpres 2019 dan Pilkada Lanjutan Serentak 2020 pemilih belum ber KTP el sempat masuk dalam DPT, itu karena Dukcapil menjamin bahwa seluruh pemilih AC (belum ber KTP el pada Pileg/Pilpres) atau pemilih belum ber KTP el dalam DPT pilkada, akan diselesaikan perekeman dan pencetakan KTP elnya paling telat 17 April 2019 utk Pileg/Pilpres atau 9 Des 2020 utk Pilkada Lanjutan Serentak 2020.
“Faktanya, hingga DPB Sept 2021, di Sulsel ternyata masih ditemukan 87.268 pemilih dalam DPB yg belum ber KTP el. “jelasnya. (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini