Connect with us

Sulselbar

Tiga Bocah Tenggelam Ditemukan Tewas

-

MENINGGAL DUNIA -- Tim Basarnas Sidrap melakukan evakuasi terhadap satu dari tiga korban yang tewas tenggelam disungai sementara dua korban lainnya juga ditemukan pada pencarian dihari kedua dan kondisi sudah meninggal dunia.

SIDRAP, BKM — Pencarian dua korban bocah tenggelam oleh tim gabungan Basarnas dan aparat TNI/Polri di Kabupaten Sidrap akhirnya membuahkan hasil.
Keduaya ditemukan tewas pada Selasa (12/10) pagi. Satu jenazah Nurainum ditemukan beberapa saat setelah kejadian pada Senin (11/10).

Sebelum ditemukan tenggelam, ketiga bocah ini sedang bermain di dekat rumah mereka. Namun entah mengapa ketiganya tiba-tiba dilaporkan tenggelam di Sungai Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap pada Senin lalu.
Mereka adalah Sakira (6), Fatima (6), Nurainum (6). Saat ditemukan ketiganya sudah dipastikan meninggal dunia. Tiga bocah ini merupakan murid kelas 1 SD 2 Otting, Bulucenrana Sidrap.

Jasad pertama Nurainum ditemukan pada Senin lalu sekitar pukul 15.00 wita, setelah 2 jam tim dari Basarnas, TRC BPBD, PMI, TNI/Polri, Satpol PP dan Damkar melakukan pencarian saat korban dinyatakan hilang.
Pencarian dihari kedua membuahkan hasil, jasad Sakira ditemukan sekitar pukul 08.00 wita, kurang lebih 1 kilometer (km) pada lokasi korban terakhir bermain di sungai. Tak lama kemudian, jazad Fatima juga ditemukan di sungai sekitar pukul 10.00 wita oleh tim SAR gabungan.

Setelah ditemukan, jasad ketiga itu langsung dibawa oleh Umar Manong anggota DPRD Sidrap periode 2014-2019 menggunakan sarung ke rumah duka untuk dikebumikan.
“Yah, bocah bernama Fatima ditemukan kurang lebih 1 km dari lokasi pertama kali dinyatakan hilang,” ujar Umar Manong saat ditemui dilokasi.
Kapolsek Dua Pitue, Iptu Muh Tang mengatakan, ketiga bocah yang hilang terbawa arus sungai sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Ketiganya telah ditemukan dan sudah berada di rumah duka,” kata IPTU Muh Tang.
Terpisah, Wadanpos Basarnas Parepare, Dimas mengatakan, pencarian telah dihentikan karena semua jenazah bocah yang masih duduk di bangku kelas 1 SD itu telah ditemukan. (ady/C)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini