Connect with us

Headline

Bertambah 30 SMP untuk PTM Pekan Depan

Kita akan tambahkan lagi sekolah yang mengikuti PTM, karena sejauh ini tidak ada kendala berarti yang ditemukan. Sekarang tim sementara turun melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah yang akan mengikuti PTM.

-

MAKASSAR, BKM — Nyaris tidak menemui hambatan dan keluhan berarti, Pemerintah Kota Makassar akan menambah jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM). Seperti diketahui, selama dua pekan terakhir, Pemkot Makassar sudah melakukan simulasi PTM pada 30 SMP. Masing-masing dua sekolah setiap kecamatan, satu sekolah negeri dan satu sekolah swasta.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba menjelaskan, saat ini tim dari Dinas Pendidikan (Disdik) sementara melakukan verifikasi faktual terhadap sekolah yang mengajukan PTM. “Jadi kita akan tambahkan lagi sekolah yang akan mengikuti PTM, karena sejauh ini tidak ada kendala berarti yang ditemukan. Sekarang tim sementara turun melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah yang akan mengikuti PTM,” ungkapnya kepada BKM, Kamis (14/10).

Dia melanjutkan, verifikasi faktual dilakukan selama dua hari, yakni Kamis dan Jumat, 14-15 Oktober 2021. Seperti saat simulasi PTM tahap pertama, ada 30 sekolah yang akan memulai simulasi PTM tahap kedua, masing-masing dua sekolah setiap kecamatan. Rencananya, simulasi PTM tahap kedua ini akan berlangsung Senin 18 Oktober mendatang.
“Kita rencanakan hari Senin mulai lagi. Ini hari (Kamis) dan besok (Jumat) staf saya turun lagi untuk melakukan verifikasi dan validasi sekolah kandidat. Satu negeri dan satu swasta setiap kecamatan untuk bisa ikut PTM,” jelasnya.
Selama proses simulasi PTM tahap kedua ini, ditemukan ada orangtua siswa yang masih menolak jika anaknya mengikuti proses belajar secara luring. Seperti yang terjadi di SMPN 3 Makassar. Alasan penolakan PTM bervariasi. Di antaranya karena anaknya belum divaksin, memiliki penyakit bawaan, dan takut terpapar virus.
Menyikapi hal tersebut, Nielma mengatakan tidak ada persoalan karena sekolah masih tetap memberikan pelayanan pembelajaran jarak jauh sistem daring yang selama ini dilakukan. Lagi pula, kata dia, syarat seorang peserta didik bisa ikut PTM adalah harus ada surat pernyataan persetujuan dari orangtua.
“Jadi tidak ada kewajiban siswa untuk mengikuti proses PTM. Kalau tidak bisa ikut, mereka bisa belajar online. Kalau orangtuanya tidak mau dengan alasan anaknya tidak sehat atau belum divaksin, atau tidak mau diswab antigen, bisa belajar online,” tambahnya.

Dia menegaskan, memang yang diprioritaskan untuk ikut PTM adalah peserta didik yang sudah divaksin. Saat ini vaksinasi peserta didik untuk jenjang SMP sudah mencapai 80 persen. Nielma pun berharap secepatnya bisa tuntas agar peserta didik tidak ada yang ragu-ragu lagi untuk mengikuti PTM.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto memastikan tetap ada pilihan bagi orang tua dalam hal bentuk belajar bagi anaknya. Pihaknya tetap memfasilitasi dengan membolehkan untuk mengikuti secara daring. “Dikasih ikut anaknya pakai online saja. Itu kan kita sudah fasilitasi,” ujarnya.
Danny enggan mempermasalahkan jika ada orangtua yang menolak anaknya mengikuti pembelajaran luring. Hal itu sepenuhnya menjadi hak mereka. “Tidak apa-apa. Jadi tidak ada pemaksaan dalam PTM,” jelasnya. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini