Connect with us

Headline

Ketua IDI: GeNose Bukan untuk Periksa Paru-paru

-

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berencana menggunakan Gadjah Mada Electronic Nose (GeNose) untuk memeriksa paru-paru peserta didik yang mengikuti proaes pembelajaran tatap muka (PTM).
Saat melakukan pemantauan PTM belum lama ini, wali kota yang akrab disapa Danny itu menjelaskan bahwa peserta didik akan menjalan proses pemeriksaan per dua pekan menggunakan GeNose.

“Per dua minggu kita akan tes paru-parunya lewat GeNose. Apakah paru-parunya sehat atau tidak. Jadi itu secara berkala,” jelas Danny.

Namun, rencana itu mendapat kritikan.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar Siswanto Wahab justru menilai peruntukan GeNose guna pemeriksaan paru-paru sangat tidak tepat.

“Memangnya GeNose untuk pemeriksaan paru-paru? Bukan, GeNose untuk pemeriksaan paru-paru. PCR juga bukan untuk paru-paru. Kalau mau kita pemeriksaan paru-paru, yah CT toraks,” tegasnya.

Menurutnya, untuk menjamin pelaksanaan PTM, pemkot direkomendasikan untuk menggunakan PCR dalam evaluasi per dua pekan.

Sementara itu, pakar kesehatan Universitas Hasanuddin Prof Dr Idrus Paturusi, menjelaskan  geNose tidak ada hubungannya dengan paru-pare. Untuk tahu fungsi paru-paru lewat pemeriksaan rontgen.

“Jadi tidak ada itu hubungan antara GeNose dengan pemeriksaan paru-paru. Tidak bisa. Harus lebih pemeriksaan rontgen,” kata Prof Idrus.

Mantan rektor Unhas ini menambahkan, dulu GeNose digunakan sebagai alat tes covid-19. Namun karena efikasi dan validitasnya kurang maka tidak lagi digunakan.

Ia menilai, Pemkot Makassar terkesan memaksakan kehendak. Ngotot menggunakan GeNose padahal tak akurat, hanya buang-buang anggaran.

Sejak awal, ia sudah mengingatkan Pemkot Makassar untuk tidak menggunakan alat dari UGM tersebut.

Hanya saja Pemkot tetap mendatangkan dan terlanjur memborong GeNose lengkap dengan alatnya. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini