Connect with us

Headline

Lulus Verfak, 28 SMP Uji Coba PTM Tahap Dua

-

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 28 SMP di Kota Makassar, baik negeri maupun swasta, akan melaksanakan ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap kedua yang mulai dilaksanakan hari ini, Senin (18/10). Sekolah tersebut dinyatakan telah lulus verifikasi faktual (verfak) yang digelar tim dari Disdik pekan lalu.

“Dari sekolah yang diverifikasi faktual, kita memilih sebanyak 28 sekolah yang bisa melaksanakan PTM,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba, Minggu (17/10).
Sebenarnya, kata Nielma, pihaknya berharap dalam satu kecamatan, ada dua sekolah yang ikut PTM tahap dua tersebut. Namun, ternyata dari hasil verifikasi faktual, ada yang belum bisa mengikuti proses PTM.
Dia melanjutkan, sama dengan pekan lalu, sekolah yang akan mengikuti proses PTM harus memastikan jika protokol kesehatan bisa dilaksanakan secara ketat.
“Sekolah harus memastikan ada tempat cuci tangan yang representaf dan cukup untuk peserta didik. Kursi juga harus diatur sedemikian rupa sehingga memenuhi aturan prokes,” kata Nielma.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Makassar Amalia Malik, menyebut total jumlah peserta didik yang akan mengikuti PTM tahap kedua sebanyak 5.448 orang. “Mereka tersebar di 28 sekolah yang sudah memenuhi syarat dan diberi izin untuk PTM,” ungkap Amalia, kemarin.

Namun, kata dia, berbeda dengan tahap pertama, di tahap kedua ini ada beberapa kecamatan hanya satu sekolah yang bisa ikut PTM. Seperti Kecamatan Bontoala, sekolah yang diberi izin untuk PTM adalah SMP Kristen IPEKA Makassar. Begitu juga di Kecamatan Mariso, yakni SMP Baji Minasa Makassar.
Namun, ada juga kecamatan yang diberi izin PTM tiga sekolah. Yakni Kecamatan Makassar. Tiga sekolah itu adalah SMPN 46, SMP Ittihad, danSMPS Metro School. Sementara di Kecamatan Mamajang yakni SMPN 1 Makassar, SMP LPP UMI, dan SMP YP PGRI 2 Diakui.
“Sekolah yang diizinkan PTM kan berdasarkan usulan atau pengajuan dari sekolah bersangkutan. Selanjutnya diverfikasi faktual. Kalau memenuhi syarat, kita kasih lampu hijau,” tambah Amalia.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto pun berharap sekolah yang melaksanakan PTM ke depan semakin banyak. Diap meminta seluruh sekolah yang ingin mengajukan proses PTM untuk mempersiapkan semua yang dipersyaratkan, terutama menyangkut protokol kesehatan.

Selain itu, dia menekankan agar setiap satuan pendidikan pendidik dan tenaga kependidikan sudah mendapatkan vaksin lengkap dan bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang belum divaksin covid-19, serta memiliki riwayat komorbid disarankan untuk memberikan layanan pembelajaran jarak jauh dari rumah.
Danny mengatakan, Pemkot Makassar dapat memberhentikan PTM terbatas jika ditemukan kasus konfirmasi covid-19 di satuan pendidikan. Pemberhentian sementara dilakukan paling singkat tiga kali 24 jam. Kemudian bagi peserta didik usia 12-17 tahun yang belum divaksin covid-19 serta memiliki riwayat komorbid disarankan untuk mengikuti pembelajaran dari rumah.
Kepala SMPN 2 Makassar Andi Mardiani Maddusila yang dihubungi terpisah, mengatakan sekolah yang dipimpinnya diberi izin untuk menyelenggaran PTM di tahap kedua ini. Berbagai persiapan telah dilakukan. Termasuk mempersiapkan protokol kesehatan dengan ketat.
“Kita sudah siapkan skemanya. Siswa datang dicek suhunya, kemudian cuci tangan dan diarahkan ke ruang tunggu di tempat terbuka untuk melakukan swab antigen. Setelah hasilnya keluar dan negatif, mereka diarahkan untuk ke kelas masing-masing,” ungkap Andi Mardiani, kemarin.
Dia melanjutkan, untuk PTM hari ini, peserta didik yang akan mengikuti proses pembelajaran langsung adalah kelas VII di sesi pertama dan kelas IX di sesi kedua. Setiap sesi akan belajar selama tiga jam. Selanjutnya, usai PTM, peserta didik dilarang berkeliaran. Mereka akan diarahkan ke ruang tunggu untuk menunggu jemputan masing-masing.
Guna memastikan prokes berjalan secara ketat di sekolah, lanjut Andi Mardiani, pihaknya telah membentuk tim covid yang berjumlah 12 orang. Tim itu berasal dari guru dan tenaga kependidikan.
“Jadi mereka yang akan mengawasi komponen sekolah, terutama para peserta didik apakah sudah melaksanakan prokes dengan baik dan benar,” tambahnya.
Khusus untuk peserta didik yang tidak bisa mengikuti PTM dengan alasan sakit, belum divaksin dan lainnya, mereka masih tetap bisa mengikuti proses pembelajaran secara daring. “Tapi pembelajaran daring baru akan dilaksanakan setelah PTM selesai,” tandasnya. (rhm)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini