Connect with us

Headline

‘Sulap’ Gerabah Menjadi Pot Gambar Custom

Fatmawati, Pemilik LaBaga Craft

-

BKM/NUR HAMZAH POT CUSTOM-Fatmawati memegang pot custom hasil karyawanya seusai wawancara podcast di studio mini BKM, Kamis (21/10). Pot aneka gambar ia bawa. Salah satunya bergambar koran Berita Kota Makassar.

MAKASSAR, BKM — Pot gerabah yang terbuat dari tanah liat sudah jamak ditemukan. Tapi, di LaBaga Craft, pot tersebut bisa ‘disulap’ menyerupai porselen. Bahkan konsumen dapat memesan gambar untuk dicetak di pot sesuai keinginan.

Inovasi kerajinan tangan yang tergolong unik ini dilakoni Fatmawati. Ia membuka usahanya di wilayah Biringkanaya, Kota Makassar. Aneka ukuran pot, dari yang kecil hingga besar dengan aneka gambar menarik bisa diperoleh di LaBaga Craft.

Fatmawati hadir sebagai tamu di siniar (podcast) untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Kamis (21/10). Ia menjelaskan awal mula menggeluti usaha ini. Menurut perempuan berhijab yang akrab disapa Amma ini, LaBaga Craft ia dirikan 27 Januari 2021 lalu. Walau masih seumur jagung dan belum cukup setahun, namun respons masyarakat pada pot kreasinya cukup besar.

Hal itu terlihat dari pesanan setiap hari yang berada di kisaran antara 20-30 picis. Sebagian besar pelanggannya adalah pelaku usaha, pemilik kafe, dan masyarakat umum.

”Gambarnya bisa keluarga, tempat usaha, atau yang lainnya. Kami di LaBaga Craft mendekorasi dan menggambar pot secara berbeda,” ungkap Amma, sapaan akrab Fatmawati.

Memulai usaha di bulan Januari, Amma kini telah mempekerjakan empat orang karyawan. Jumlah tersebut bisa bertambah bila pemesanan dari konsumen mengalami peningkatan.

Menurut Amma, ia tertarik menggeluti usaha menggambar pot custom ketika terjadi tren ibu-ibu menanam bunga di tengah pandemi covid-19. “Saya perhatikan mayoritas dari ibu-ibu itu membeli pot plastik karena harganya yang terjangkau. Porselen kan mahal. Sementara gerabah biasa, warnanya begitu-begitu saja. Asli tanah liat,” tuturnya.

LaBaga Craft hadir untuk membuat gerabah memiliki nilai estetika. Hasilnya, gerabah dikreasi dengan berbagai gambar yang tampak licin. Jika di luar dari luar mirip porselen. Konsumen biasanya baru sadar kalau itu adalah gerabah setelah diterangkan soal harga dan proses pembuatannya.

Lalu apa alasan Amma memilih LaBaga sebagai nama usaha? ”Saya lahir dan besar di Palopo. Bagi orang Palopo, ketika disebut la baga mereka sudah pasti tahu. Ciri khas sengaja saya bawa. Kesannya lucu. Kalau di Makassar, seperti kata la beleng,” terangnya.

Ditanya soal harga, pot hasil kreasi LaBaga Craft tergolong cukup terjangkau. Untuk ukuran kecil yang bisa dijadikan pajangan meja, harganya di kisaran Rp50 ribu. Ukuran lainnya dijual bervariasi, paling tinggi Rp150 ribu. Untuk pengantarannya gratis. (*/rus)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini