Connect with us

Headline

Bunuh Ayah, Ibu, dan Kakak Gegara Rokok

Pelaku Juga Lukai Adik Perempuannya

-

BANTAENG, BKM — Tragedi berdarah dalam satu keluarga menggegerkan warga Kelurahan Ereng-ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (26/10). Peristiwa tragis ini menimpa keluarga Baddu bin Tunrung (70).
Lurah Ereng-ereng, Kaimuddin menyebut, tiga dari empat warganya tewas dalam peristiwa tersebut. Korban meninggal dunia masing-masing pasangan suami istri Baddu bin Tunrung (70) dan Kadi binti Bonro (65), serta anak perempuannya Saliha binti Baddu (38). Sementara Uni binti Baddu (23), putri Baddu-Kadi lainnya menderita luka dan tengah menjalani perawatan intensif.
Diungkapkan lurah, pelaku Ak (35) adalah anak kandung Baddu-Kadi. “Pelaku adalah putranya. Jadi Ak ini membunuh kedua orangtua, satu kakak perempuan dan melukai satu adik perempuannya,” ujar Kaimuddin, kemarin.
Uni, adik kandung pelaku menceritakan, kakaknya tetiba mengamuk dengan menggunakan senjata tajam. “Dia menyerang membabi buta, yang mengakibatkan kedua orangtua dan kakak saya meninggal,” ujarnya sambil berurai air mata.
Uni mengaku tidak mengetahui siapa yang lebih dulu diserang oleh kakaknya. “Saya tidak ingat persis siapa yang diserang terlebih dahulu,” imbuhnya.

Menurut Uni, kakaknya mengamuk gegara rokok. Orang yang disuruh membelikan rokok untuk sang kakak terlambat tiba. “Kakak saya minta dibelikan rokok dan langsung dituruti. Tapi dia kesal karena yang disuruh pergi beli rokok terlambat kembali ke rumah,” bebernya.
Camat Tompobulu Andi Basruddin, mengatakan pihaknya mendapat laporan tak lama setelah kejadian. Dia langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk mengendalikan situasi di lokasi kejadian. Karena pelaku menjadi bulan-bulanan setelah melakukan aksi sadisnya. “Kami langsung berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan”, katanya.
Ditambahkan Lurah Ereng-ereng Kaimuddin, lelaki Ak adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kata dia, pelaku sudah 10 tahun menyandang ODGJ. “Menurut informasi yang masuk di kelurahan, Ak sudah 10 tahun menyandang status sebagai ODGJ,” tambahnya.

Kasubdi PTM Seksi Humas Polres Bantaeng Iptu Agus Purnama, membenarkan peristiwa tersebut. Kata dia, tiga korban tewas dan satu terluka masih satu ikatan keluarga pelaku.
Kejadiannya, kata dia, sekira pukul 07.00 Wita. Pelaku tetiba mengamuk dan menyerang membabi buta menggunakan senjata tajam. Kini, Ak bersama barang buktinya sudah diamankan untuk proses selanjutnya. “Pelaku diamankan sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan”, ucapnya.
Dikatakan pula, bahwa informasi yang diterima pihak kepolisian, pelaku adalah ODGJ. “Informasi tentang pelaku, ada riwayatnya sebagai ODGJ,” pungkasnya.
Sayangnya, ia tidak merinci jumlah dan kondisi luka yang diderita korban. (wam/b)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini