Connect with us

Headline

Penjala Ikan Tewas Tenggelam di Sungai Je’neberang

-

IST EVAKUASI-Suasana evakuasi korban Tahir, penjala ikan yang tewas tenggelam di Sungai Jeneberang, Minggu (14/11).

GOWA, BKM — Sungai Je’neberang kembali menekan korban jiwa. Satu dari tiga orang warga Kampung Bilaya, Dusun Tamalayu’, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa yang tengah memancing di tempat tersebut tewas tenggelam. Peristiwa ini terjadi Minggu (14/11) pukul 15.00 Wita.
Korban bernama Muh Tahir Daeng Sitakka (40), menjemput ajal di aliran sungai yang berlokasi di Lingkungan Bontosunggu, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Gowa. Buruh bangunan ini tewas tenggelam saat mencri ikan dengan cara menjala di pinggir sungai.

Kapolsek Parangloe Iptu Mudatsir yang dikonfirmasi, menjelaskan kronologi tewasnya korban. Ketika itu Tahir bersama dua rekannya mencari ikan di sekitar TKP dengan menggunakan jaring.

Merasa ikan banyak di tengah sungai, korban pun mengajak Irfan Dg Tane untuk menyeberang sungai.
Tergiur ajakan korban, Irfan lalu mengikuti Tahir dari belakang dengan cara berenang. “Dari keterangan saksi Irfan, saat di pertengahan sungai tiba-tiba korban tenggelam dan sempat melambaikan tangan dan meminta tolong. Tak lama korban pun tidak muncul lagi ke permukaan air. Diduga sudah kelelahan. Irfan saat itu berupaya menolong, namun juga merasa kelelahan akibat derasnya arus sungai. Akhirnya Irfan kembali ke daratan meminta tolong dengan cara berteriak,” jelas Iptu Mudatsir.
Dilanjutnya, saat saksi Irfan berteriak, dua saksi lainnya yang berada di sekitar TKP juga menyambung teriakan saksi untuk mengundang warga lainnya mengabarkan ada orang tenggelam.

Warga yang mengetahui ada orang tenggelam, akhirnya menghubungi pihak kepolisian. Tak lama berselang personel Polsek Parangloe yang dipimpin langsung kapolsek tiba di lokasi.

“Pencarian korban mulai dilakukan dan akhirnya pukul tiga sore itu korban berhasil ditemukan di dasar sungai dengan posisi kepala berada di bawah dan tidak bernyawa lagi. Korban langsung dievakuasi ke atas perahu kecil milik warga, dan dibawa ke daratan lalu dinaikkan ke mobil ambulans menuju Puskesmas Parangloe,” jelas Iptu Mudatsir.
Dikatakan Iptu Mudatsir, kondisi sungai Jeneberang saat ini memang tidak bersahabat. Arus airnya deras dari arah hulu. Lebar sungai sekitar 20 meter dan kedalaman sekitar tiga meter.
Setelah menjalani visum di Puskesmas Parangloe, jasad korban pun lalu dibawa ke rumah duka di Kampung Bilaya, Desa Pallantikang, Kecamatan Pattallassang.
Sesampai di rumah duka, jenazahnya langsung disemayamkan untuk proses pemakaman. Pihak keluarga menolak dilakukan auotopsi untuk keperluan penyidikan sebab atau motif kematian korban sehingga ditemukan tenggelam di sungai.

Penolakan outopsi tersebut dijawab pihak keluarga dengab ikhlas menerima sebagai musibah.

“Kami sudah membuatkan berita acara penolakan autopsi yang ditandatangani pihak keluarga dan diketahui Kepala Desa Pallantikang Usman Lira,” terang kapolsek.
Menurut saksi Irfan, saat kejadian ia ikut menyeberang. Sementara satu rekannya lagi hanya bertahan di seberang sungai. Ia ikut panik berteriak meminta tolong kepada warga setelah korban terlihat tenggelam. (sar)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini