Connect with us

Politik

Gugatan Moeldoko CS Kembali Keok

Ulla: Ini Kemenangan Rakyat atas Ridha Allah SWT

-

IST BERSAMA--Ketua umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bersama pengurus lainnya mengepalkan tanggannya usai PTUN menolak gugatan KSP Moeldoko. Kuasa Hukum DPP Partai Demokrat, Hamdan Zoelva (inset)

MAKASSAR, BKM–Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali bersyukur atas penolakan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas gugatan yang diajukan KSP Moeldoko dan Jhonny Allen Marbun (JAM) kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkumham).
Untuk kesekian kalinya, Moeldoko Cs mengajukan gugatan namun selalu keok dan ditolak. Penolakan tersebut tertuang di laman resmi Mahkamah Agung (MA) dengan nomor perkara 150/G/2021/PTUN-JKT, Selasa (23/11/2021).
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel Ni’matulah Erbe.
“Partai Demokrat bersyukur dan mengapresiasi Majelis Hakim PTUN yang telah menunjukkan integritas, bersikap obyektif dan adil dengan menolak gugatan Moeldoko. Putusan Majelis Hakim sudah tepat secara hukum, dan diambil dengan pertimbangan yang teliti, mendalam, dan menyeluruh,”ujar Ni’matullah sebagaimana yang disampaikan oleh Kuasa Hukum DPP Partai Demokrat, Hamdan Zoelva, Selasa (23/11/2021).

Menurut Ulla-panggilan akrab Ni’matullah Erbe, majelis hakim menolak gugatan KSP Moeldoko dan JAM karena PTUN tidak mempunyai kewenangan untuk mengadili perkara sebab menyangkut internal parpol.
Menurut Hamdan, putusan PTUN tersebut sekaligus mengkonfirmasi bahwa keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) yang menolak pengesahan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) illegal Deli Serdang sudah tepat secara hukum.

Putusan itu juga makin membenarkan bahwa AHY yang terpilih dalam Kongres V Partai Demokrat 2020, merupakan Ketua Umum Partai Demokrat yang sah dan diakui oleh Negara.
Menurut Hamdan, setelah gugatan KSP Moeldoko ditolak PTUN, Partai Demokrat tengah berkonsentrasi menghadapi gugatan pendukung KSP Moeldoko yang menuntut membatalkan dua SK Menkumham terkait hasil Kongres V Partai Demokrat 2020.
Gugatan ini tercatat dengan nomor perkara 154/G/2021/PTUN-JKT di PTUN Jakarta.
“Kami berharap putusan PTUN ini, dan sebelumnya penolakan Mahkamah Agung atas Uji Materiil Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat, bisa menjadi rujukan bagi Majelis Hakim untuk memutuskan perkara No. 154 yang tengah melaju dalam proses hukum serupa di PTUN Jakarta,”pungkas Hamdan. (rif)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini