Connect with us

Headline

Aris Pangerang Dituntut Empat Tahun Penjara

Dugaan Pemalsuan Akta Otentik YPTKD UPRI

-

MAKASSAR, BKM — Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan tuntutan bersalah terhadap terdakwa HM Aris Pangerang. Ia terseret dalam kasus dugaan pemalsuan akta otentik terhadap akta Yayasan Perguruan Tinggi Karya Dharma (YPTKD) Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar.
Berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan penerbitan akta Nomor 32 tanggal 23 Januari 2015, akta Nomor 27 tanggal 19 Maret 2015, dan akta Nomor 9 tanggal 9 Juli 2015. Akibat perbuatan terdakwa HM Aris Pangerang yang diduga telah melakukan pemalsuan akta tersebut, Ketua YPTKD Hj Halijah Nur mengalami kerugian materil dan inmateril sebesar Rp20 miliar.

Dari uraian fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa HM Aris Pangerang dengan sengaja memakai akta otentik, akta nomor 32 tanggal 23 Januari 2015, akta nomor 27 tanggal 19 Maret 2015, dan akta nomor 9 tanggal 9 Juli 2015 untuk membuat akta perubahan Anggaran Dasar (AD) YPTKD UPRI Makassar yang menunjuk dirinya sendiri (terdakwa HM Aris Pangerang) sebagai ketua yayasan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Syahrir menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan, sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 266 ayat (2) KUHP, juncto pasal 55 ayat 1 ke-(1) KUHP, juncto pasal 64 ayat (1) KUHP dalam dakwaan subsidair.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa HM Aris Pangerang dengan pidana penjara selama empat tahun,” tegas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Syahrir dalam amar tuntutannya, Rabu (24/11). JPU juga meminta agar terdakwa tetap berada dan segera menjalani penahanan di dalam rutan. (mat)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini