Connect with us

Headline

Guru SDIT Ar-Rahmah Terbitkan Buku Pengalaman Mengajar di Masa Pandemi

-

IST TENTANG PANDEMI-Buku berjudul Percik berisi tentang pengalaman guru mengajar di tengah pandemi covid-19. Buku ini rencananya akan diluncurkan secara daring, Minggu (27/11).

MAKASSAR, BKM — Sejak pandemi covid-19 melanda, berbagai bidang terpaksa harus beradaptasi, termasuk pendidikan. Guru-guru yang biasanya mengajar di kelas secara tatap muka tak leluasa lagi datang ke sekolah.

Mulai Maret 2020, diberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Istilah daring, zoom meeting, google classroom mulai akrab dengan para guru. Para pendidik dituntut dan ditantang mampu beradaptasi dengan keadaan, bagaimana mereka memanfaatkan teknologi komunikasi informasi.

Tapi kehadiran teknologi tidak otomatis menyelesaikan masalah. Ada kendala yang berkaitan dengan jaringan dan ketersediaan kuota internet. Juga problem metode mengajar. Belum lagi menghadapi perilaku anak-anak yang perlu penyesuaian dengan budaya baru, yakni pembelajaran berbasis digital.

Pengalaman mengajar selama pandemi covid-19 itulah yang dituangkan guru-guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Ar-Rahmah ke dalam buku. Judulnya, “Percik, Parade Cerita Guru Saat Pandemi”, terbit tahun 2021.

“Dalam rangka Hari Guru Nasional, kami akan melanching buku kumpulan tulisan para guru yang ditulis berdasarkan pengalaman,” jelas Yusriadi Kadir, Kepala SDIT Ar-Rahmah, Selasa (23/11).

Setiap tanggal 25 November, diperingati sebagai Hari Guru Nasional (HGN) dan hari ulang tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Kemendikbud Ristek tahun ini menetapkan tema peringatan HGN adalah “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

Launching dan bedah buku akan menghadirkan beberapa pembicara. Selain Jusria Kadir, bakal hadir pula Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar Tenri A Palallo, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Kota Makassar Dr Pantja Nurwahidin, serta Direktur SIT Ar-Rahmah Hasan Hamido.
Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 November 2021, melalui aplikasi zoom meeting.

Sejumlah 25 guru ikut menyumbang tulisan dalam buku “Percik” tersebut. Termasuk Bunda Yus, begitu sapaan akrab kepala sekolah.
Para penulis kebanyakan mengaku baru pertama ikut menulis buku. Tapi ada juga yang sudah merupakan buku keduanya.

Dari biodata singkat penulis, tampak beberapa guru menunjukkan minat pada kegiatan menulis dan bidang sastra. Misalnya dengan ikut pada Pelatihan Satu Guru Satu Buku (SAGUSABU).
Bunda Yus sendiri, sudah terlibat dalam penulisan buku fiksi dan nonfiksi, serta menulis opini di koran terbitan Makassar.

Menurut Bunda Yus, “Percik” merupakan buku kedua karya bersama guru-guru SDIT Ar-Rahmah. Sebelumnya, mereka pernah menerbitkan buku berjudul, “Dalam 2×5”.
Buku karya bersama itu diterbitkan dalam rangka milad ke-10 Ar-Rahmah. Buku tersebut berisi pengalaman guru menghadapi murid, dan pengalaman mereka membangun komunikasi dengan orangtua muridnya.

Sekolah yang terletak di Kompleks Perumahan Dosen (Perumdos) Universitas Hasanudin, Tamalanrea ini, dalam waktu mendatang juga akan menerbitkan beberapa buku. Antara lain, buku yang ditulis oleh Jusria Kadir tentang konsepsi Sekolah Ramah Anak (SRA). SDIT Ar-Rahmah merupakan sekolah percontohan SRA di Sulawesi Selatan. (rls)

Komentar Anda
www.beritakotamakassar.com


Populer Minggu ini